0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

REI Soloraya Targetkan 4000 Unit Rumah Pada 2016

timlo.net/setyo pujis
Pengunjung saat melihat pameran rumah di Solo Paragon Mall (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Asosiasi pengembang perumahan, Real Estate Indonesia (REI) Soloraya optimis pada 2016 realisasi pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Pasalnya program pembangunan rumah bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dilakukan sejak awal tahun.

“Jika tahun lalu kita hanya berhasil merealisasikan 1500 unit, untuk tahun ini kita menargetkan 4000 unit. Baik untuk perumahan subsidi maupun komersial,” ujar Ketua REI Soloraya, Anthony Abadi Hendro P kepada wartawan, Rabu (27/1).

Dirinya mengatakan, jika sangat optimis target tersebut dapat terealisasi. Mengingat untuk program FLPP tahun ini dilakukan sejak awal tahun, sehingga persiapanya akan jauh lebih matang.

“Tahun lalu realisasi pembangunan rumah bersubsidi memang masih relatif minim. Hal itu karena untuk program rumah FLPP dari pemerintah baru dimulai bulan Juni. Sehingga dari sisi persiapan pengembang kurang,” jelasnya.

Terlebih tahun ini, menurutnya akan banyak kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk mendapatkan hunian. Diantaranya adalah uang muka lebih ringan atau hanya lima persen dari harga jual rumah dan tenor pembiayaan lebih panjang hingga 20 tahun.

“Bahkan bagi masyarakat yang berstatus PNS, TNI, Polri dan peserta BPJS aktif akan mendapatkan keringanan uang muka atau hanya 1 persen jika melakukan pembelian rumah kepada anggota REI,” jelasnya.

Hanya saja, kendala yang masih perlu diperjuangkan saat ini adalah soal ketersediaan lahan. Anthony menuturkan, banyak aturan daerah yang masih cukup menyulitkan bagi pengembang. Salah satunya adalah lahan terbuka hijau yang tidak bisa dibangun perumahan.

“Sehingga dalam waktu dekat kita berencana melakukan audiensi kepada stake holder terkait. Dengan harapan bagi lahan terbuka hijau yang tidak produktif atau tandus bisa dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge