0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perekrutan THL Diklaim Transparan dan Akuntabel

dok.timlo.net/red
ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Karanganyar — Tudingan penarikan uang pelicin dalam penerimaan tenaga harian lepas (THL) sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Mereka mengklaim mekanismen perekrutan THL transparan dan akuntabel.

”Tidak ada semacam itu, secuilpun belum pernah menarik uang untuk perekrutan THL,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Karanganyar Edhy Sriyatno, Rabu (27/1).

Edhy mengungkapkan, DPU merekrut 12 THL September 2015 silam. THL yang direkrut dari tenaga di bidang teknik. Perekrutan saat itu untuk membantu perencanaan pembangunan akhir tahun. Perekrutan dilakukan dengan cara test langsung.

”Karena waktu sudah mepet, kami butuh orang-orang yang bisa membantu perencanaan sejumlah proyek fisik,” katanya.

Hingga saat ini, ke 12 THL tersebut masih bekerja. Mereka berstatus sebagai tenaga kontrak tahunan. Jika mereka masih diperlukan, maka kontrak akan diperpanjang lagi.

”Jadi tindak mungkin kalau pakai menarik uang, karena mereka bekerja secara kontrak waktu tertentu,” katanya.

Terkait dengan upah, dia sudah menganggarkan secara khusus yang dimasukkan dalam pos anggaran kegiatan. Nominalnya pun masih di bawah dari upah minumum kabupaten (UMK), yakni sekitar Rp 1 jutaan.

Untuk diketahui, sejumlah SKPD yang sudah merekrut THL beberapa waktu lalu diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU); Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM; Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo); dan Satpol PP dan Linmas, dan lain-lain.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge