0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Masih Siaga Satu

timlo.net/achmad khalik
Operasi Cipta Kondisi yang dilakukan oleh Satlantas Polresta Solo (timlo.net/achmad khalik)

Solo —  Status Siaga Satu yang diberlakukan sejak terjadinya teror bom Sarinah pada 14 Januari 2016 silam, hingga kini masih belum dicabut. Aparat kepolisian masih gencar melakukan operasi penegakan hukum untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

“Saat ini Kota Solo memang masih berstatus Siaga Satu, karena belum ada perintah untuk mencabut status tersebut. Kita masih terus melakukan razia dan patroli,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Solo, AKP Yuliantara, Rabu (27/1).

Yuliantara mengatakan, pihak kepolisian memberikan jaminan keamanan bagi seluruh masyarakat. Akan tetapi, dirinya meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap kegiatan-kegiatan yang dinilai meresahkan.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk turut aktif dalam memelihara keamanan di perkampungan masing-masing. Selain itu masyarakat juga bisa melaporkan bila ada gangguan kemanan.

“Dengan keaktifan masyarakat ini, akan mempermudah pihak keamanan untuk bisa mengawasi dan menindak kelompok yang mencurigakan,” paparnya.

Selain itu, Polresta Solo juga mengimbau kepada ketua RT agar bisa memaksimalkan wajib lapor 1 x 24 jam kepada pendatang baru. Selain itu pemilik kos dan kontrakan juga harus melaporkan kepada RT bila ada penghuni baru.

“Karena selama ini lokasi kos dan kontrakan ini kita tengarai sebagai lokasi yang rawan, dan kerap disalahgunakan bagi kelompok-kelompok tertentu untuk menyusun rencana kejahatan mereka,” jelas Yuliantara.

Dia mencontohkan, seperti penangkapan seorang tersangka kasus terorisme di wilayah Karangasem, Laweyan, pada akhir Desember 2015 lalu. Kos tersangka ini digunakan untuk tempat perakitan Bom.

“Karenanya partisipasi masyarakat sangat penting. Kepolisian selalu siap untuk melakukan tindakan pengamanan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge