0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tingginya Penyakit Bawaan di Boyolali Utara Dipantau

dok.timlo.net/nanin
Faktor ekonomi sebabkan warga menderita penyakit bawaan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Penyakit bawaan yang dialami Dwi Sugiyanto alias Rebo dan Siti Aisyah (1,5) warga Desa Kedungmulyo, Kemusu, Boyolali penyebab utamanya adalah faktor ekonomi. Faktor ekonomi menjadi penyebab tidak terpenuhinya gizi saat sang ibu hamil.

“Penyebabnya karena faktor ekonomi, bukan karena faktor kesehatan,” ungkap Pj Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Lina, Rabu (27/1).

Untuk itu, sangat perlu adanya perubahan pola hidup dan pola makan guna menekan angka penyakit bawaan. Saat ini konsumsi bahan makanan berpengawet dan bahan pewarna sangat sulit dikendalikan. Seperti misalnya krupuk merah, hingga saat ini masih dikonsumsi masyarakat, padahal krupuk merah banyak mengandung Rodamin B yang bisa mengakibatkan kanker dan penyakit bawaan.

“Faktor ekonomi menjadi penyebab masyarakat makan yang tidak sehat, khusus untuk ibu hamil ini sangat berbahaya bagi janinnya,” ujar Ratri.

Lumpuh layu dan hidrosefalus adalah salah satu penyakit atau kelainan bawaan yang diderita bayi akibat masalah gizi yang dialami ibu saat hamil. Sementara itu, Dinkes Boyolali akan memfasilitasi Siti Aisyah, bayi 1,5 tahun asal Kedungmulyo penderita hidorsefalus, untuk menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) asal bisa melengkapi syarat administrasi yang diminta.

“Begitu juga untuk Dwi (lumpuh) akan kita bawa ke Semarang untuk pengobatan lebih lanjut,”  tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge