0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembangunan Sky Bridge di Solo kembali Dimatangkan

Pembangunan jembatan layang (Sky Bridge) yang menghubungkan Terminal Tirtonnadi dan Stasiun Balapan kembali dimatangkan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Setelah sempat tertunda, pembangunan jembatan layang (sky bridge) yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan dimatangkan. Direktur Jendral Perhubungan Darat Direktorat Prasarana Perhubungan Darat, Jujun Endah Wahyuningrum bersama Dishubkominfo Solo dan  PT Kereta Api Indonesia kembali mematangkan rencana pembangunan yang menyedot APBN Rp 21,5 miliar tersebut.

“Tahun ini akan dibangun, rapat koordinasi ini untuk kembali mematangkan pembangunan sky bridge yang telah lama disusun sejak 2015 kemarin,” kata Jujun Endah Wahyuningrum, Rabu (27/1).

Menurut Jujun, ada sejumlah persyaratan yang harus dimatangkan. Yakni, terkait pembangunan sky bridge di Terminal Tirtonadi dan Stasiun Balapan. Pasalnya, penggunaan anggaran yang direncanakan berbeda.

“Kalau di dalam Stasiun Balapan menggunakan dana dari PT KAI. Sedangkan, untuk kawasan Terminal Tirtonadi menggunakan anggaran dari Dirjen Perhubungan Darat, tapi sama-sama dari APBN,” terangnya.

Selain permasalah tersebut, lanjut Jujun, permasalahan saat pembangunan dan pasca pembangunan sky bridge. Pasca pembangunan, yang meliputi sistem drainase, pemeliharaan akan diselesaikan oleh pihak Pemkot Solo. Sedangkan saat pengerjaan akan ditanggung oleh pihak kontraktor bekerjasama dengan Pemkot.

“Dibahas terkait batasan-batasan saat dan pasca pembangunan dalam agenda ini,” terangnya.

Kepala Dishubkominfo Solo, Yosca Herman Sudrajat mengatakan pembangunan sky bridge melibatkan banyak instansi seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan PT Telkom. Koordinasi itu untuk memastikan tidak ada kabel jaringan terkena pembangunan sky bridge.

Tidak hanya koordinasi, revisi DED sky bridge beberapa kali juga membuat proyek dengan anggaran Rp 21,5 miliar itu baru siap dikerjakan tahun ini. Revisi DED disebabkan beberapa kondisi di lapangan yang mesti disesuaikan.

“Kalau dari kami siap melaksanakan. Tapi, juga melibatkan banyak pihak,” terangnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge