0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penerima KIS di Wonogiri Dipangkas

dok.timlo.net/tarmuji
Kepala Dinsos Wonogiri, Suwartono (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri —¬†Jumlah penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Wonogiri mengalami pemangkasan. Hal itu dilakukan lantaran adanya verifikasi dari Pusdatin Kemensos. Kontan saja warga yang telah memperoleh “kartu sakti” tersebut kebingungan.

“Baru pekan lalu saya menerima paket yang isinya KIS,” ungkap Wisnu, warga Kecamatan Ngadirojo, Rabu (27/1).

Menurutnya, sejauh ini fungsi dan kegunaan KIS pun mereka belum mengetahui. Bahkan adanya kabar pemangkasan KIS di Wonogiri, ia sama sekali belum mengetahuinya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri Suwartono membenarkan penerima KIS di Wonogiri mengalami pemangkasan. Sedang jumlah penerima KIS di Wonogiri sendiri tercatat 328 ,898 jiwa. Data tersebut bersumber dari PPLS tahun 2011.

“Dari jumlah total penerima KIS di Wonogiri itu dipangkas sekitar 7811 jiwa,” ujar Suwartono.

Dikatakan, pemangkasan KIS tersebut dilakukan setelah adanya verifikasi yang dilakukan oleh Pusdatin Kemensos. Dengan perincian, pemilik KIS yang sudah meninggal dunia sebanyak 2.452 jiwa, warga yang sudah mampu ada 3.007, dan ganda 2.352.

“Memang setelah kita kaji ulang, ada kasus. Semisal, pemilik KIS yang dicoret itu merupakan pensiunan TNI, itu kan orang yang sudah mampu.Terus ada lagi, orang yang mampu juga terdaftar, setelah kita cek langsung ternyata dia memang kehidupannya sudah mampu,” katanya.

Diakui, pemangkasan kepemilikan KIS tersebut bisa menimbulkan kericuhan.”Repotnya itu kalau yang dicoret kebetulan warga yang benar-benar tidak mampu, maka saya imbau bagi penerima KIS untuk segera mengecek ke kantor BPJS,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge