0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perekrutan THL Berlebihan Bebani APBD

dok.timlo.net/www.karanganyarkab.go.id
PNS Karanganyar (dok.timlo.net/www.karanganyarkab.go.id)

Karanganyar — Rekrutmen tenaga harian lepas (THL) di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) menuai pro-kontra. Di satu sisi Kabupaten Karanganyar saat ini sedang kekurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk menutupi kekurangan tersebut, THL dianggap sebagai solusi. Namun di sisi lain, rekrutmen THL menimbulkan persoalan baru jika dilakukan secara berlebihan.

“Rekrutmen THL sah-sah saja tapi harus memperhatikan tingkat kebutuhan yang ada,” kata Ketua Komisi A DPRD Karanganyar Bagus Selo, Rabu (27/1).

Dia melihat sejumlah SKPD melakukan perekrutan secara besar-besaran. Padahal langkah itu justru akan menimbulkan persoalan baru. Dalam perekrutan THL tidak ada anggaran yang khusus untuk membayar gaji THL. Sehingga (gaji) diambilkan dari anggaran kegiatan.

“Kalau tidak terkontrol, anggaran untuk kegiatan pasti akan membengkak dan membebani APBD,” jelas Bagus.

Dia meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) agar meneliti tingkat kebutuhan dengan rekrutmen yang sudah dilakukan di sejumlah SKPD.
Perlu ada sinkronisasi antara data SKPD yang kekurangan pegawai dengan jumlah perekrutan THL.

“Saya lihat rekrutmen THL selalu dilakukan setiap tahun. Tidak adanya data yang jelas tersebut membuat DPRD sulit mengontrol jumlahnya. Apalagi THL tidak tercatat di BKD,” imbuhnya.

Untuk itu dia meminta SKPD tidak lagi menambah THL. Dia juga meminta BKD dan SKPD untuk melaporkan jumlah pasti THL yang baru saja direkrut beberapa waktu lalu. Hal itu penting untuk menentukan perencanaan anggaran. Agar dalam penyusunan anggaran kegiatan, yang sebagian masuk dalam gaji THL, tidak membengkak.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge