0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

32 Desa Jadi Percontohan Penggunaan Simda Daerah

dok.timlo.net/gg
Ilustrasi (dok.timlo.net/gg)

Karanganyar — Sebanyak 32 desa di 16 kecamatan di Karanganyar menjadi proyek percontohan penggunaan Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda) Desa. Mereka mengikuti workshop Aplikasi Simda Desa di Ruang Podang I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar, Senin-Rabu (25-27/1).

“Kita fasilitasi masing-masing 2 desa dalam setiap kecamatan,” kata Ketua Panitia Workshop, Asisten I Pemerintahan  Setda Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto, Selasa (26/1).

Nunung mengatakan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memfasilitasi 62 orang dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tenaga ahli pendamping desa, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Kecamatan, Kepala Desa, dan Bendahara Desa.  Kegiatan itu terselenggara kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah.

“Mereka (BPKP) yang punya wewenang untuk pengawasan penggunaan anggaran itu,” jelas Nunung.

Pemkab, lanjut Nunung, hanya mengambil dua desa dari setiap kecamatan. Mereka menjadi percontohan bagi desa lain di setiap kecamatan. Pantauan wartawan dari workshop, mereka menerima materi tentang aplikasi Simda Desa, install aplikasi Simda Desa, dan simulasi penggunaan Simda Desa. Oleh karena itu seluruh peserta wajib membawa laptop.

“Kecamatan Karanganyar tidak mengikuti workshop karena tidak memiliki desa,” katanya.

Dasar dari kegiatan itu adalah Surat Bupati Karanganyar tanggal 11 Januari 2016 perihal Aplikasi Keuangan Desa. Tujuannya memberikan pemahaman secara umum dan komprehensif tentang Aplikasi Simda Desa, teknis pengoperasian, dan meningkatkan kemampuan aparat desa mengelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel

Sementara itu, Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Tengah memberikan materi tentang Pengawalan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa. Sebagian isi materi berupa pembuatan blanko APB Desa, rencana anggaran biaya, buku perincian, buku kas pembantu kegiatan, buku saku pedoman pengelolaan keuangan desa, dan lain-lain.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge