0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Produksi Sampah di Karanganyar Meningkat 100 %

(Ilustrasi) Sampah berserakan di area CFD (dok.timlo.net/tarmuji)

Karanganyar — Produksi sampah di Karanganyar semakin hari semakin meningkat. Bahkan peningkatannya bisa mencapai 100 persen tiap tahunnya. Hal itu sebagai konsekuensi dari semakin ramainya sejumlah kawasan publik di Karanganyar.

”Produksi sampah di Karanganyar rata-rata mencapai 150 ton per hari. Setiap tahun jumlahnya terus meningkat dua kali lipat,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar Titis Jawoto, Rabu (27/1).

Ramainya kawasan publik itu membuat volume sampah yang dihasilkan masyarakat berlipat ganda. Salah satu contoh di Alun-alun Karanganyar dan Taman Pancasila. Dua lokasi itu semakin ramai dikunjungi masyarakat. Biasanya keramaian mulai terlihat sore hingga malam.

”Pasar Sabtu dan even Car Free Day Jalan Lawu setiap hari Minggu juga menjadi penyumbang sampah,” terangnya.

Jumlah sampah tersebut masih ditambah lagi dari sampah produksi rumah tangga, terutama pemukiman padat penduduk. Wilayahnya yang merupakan penyumbang sampah terbanyak, kata Titis, adalah Kecamatan Colomadu. Kemudian Kecamatan Jaten, Tawangmangu dan Kota Karanganyar. Sampah yang diangkut dengan truk sampah lantas di kelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari, Jumantono.

“Kondisi itu membuat beban angkut armada cukup berat. Karena jumlah armada truk pengangkut sampah terbatas, yakni 18 buah. Padahal penanganan sampah di Kecamatan Colomadu yang menghasilkan sampah sekitar 8 truk, namun kemampuan angkut hanya lima armada,” jelasnya.

Untuk itu, pihaknya mengoptimalkan armada yang ada dan meminta para pengangkut sampah bekerja ekstra.
Tahun ini DKP baru akan menambah satu armada kecil.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge