0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Melambung, Dispertan Temukan Daging Sapi Ilegal di Pasaran

timlo.net/setyo pujis
Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Solo, Bagus Sarwoko (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Dinas Pertanian Solo menemukan peredaran daging sapi tidak layak konsumsi atau ilegal dalam sidak yustisi ke sejumlah pasar yang dilakukan Selasa (26/12). Dari temuan tersebut, tim dari Dispertan Solo langsung menyita daging dan memanggil pedagang yang bersangkutan untuk diberi pembinaan.

“Dari sidak yang kita lakukan tadi, kita mendapatkan 16,6 kilogram daging basah (gelonggongan) dan 2,5 kilogram daging busuk dari pedagang yang berlokasi disejumlah pasar tradisional. Seperti Pasar Nusukan, Pasar Jongke, Pasar Sidodadi dan lainnya,” ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian Solo, Bagus Sarwoko saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

Dirinya mengatakan, daging ilegal yang dijual oleh para pedagang tersebut kebanyakan dipasok dari luar daerah. Dan dijual dengan harga relatif lebih murah dari harga aslinya di pasaran.

“Harga jual daging ilegal ini hanya sekitar Rp 95 Ribu per kilogram. Sementara harga daging sapi di pasaran sekarang sudah menyentuh angka Rp 110-120 per kilo gram,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, jika maraknya harga daging sapi ilegal tersebut tidak lepas dari tingginya harga daging dipasaran. Melihat situasi itu sehingga banyak dimanfaatkan oleh para pedagang nakal untuk meraup keuntungan.

“Untuk meminimalisir hal itu, kita juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah yang lain agar juga ikut memantau,” terangnya.

Sedangkan untuk daging basah (gelonggongan), menurutnya pedagang yang bersangkutan bisa mengambilnya kembali di Dispertan Solo. Hanya saja syaratnya harus membawa surat keterangan dari Kantor Satpol PP.

“Untuk daging basah memang bisa diambil kembali oleh pedagang. Hanya saja setelah daging tersebut kita keringkan lebih dulu. Sedangkan untuk daging busuk akan kita bakar dan pedagangnya akan kita lakukan pembinaan,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge