0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Masyarakat Mulai Kunjungi Posko di Asrama Haji

Warga yang kehilangan anggota keluarganya mendatangi Posko Penampungan Warga Eks Gafatar di Asrama Haji Donohudan berharap bisa menemukan anggota keluarganya yang menghilang (timlo.net/nanin)

Boyolali — Masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dan diduga ikut bergabung dengan Gafatar, mulai mendatangi Posko di penampungan eks anggota Gafatar di Asrama Haji Donohudan. Sayangnya, mereka yang berhasil menemukan tidak boleh serta merta mengajak untuk pulang.

“Kita masih sebatas memberi ijin untuk bertemu, sedangkan untuk membawa pulang belum diijinkan,” kata Koordinator Lapangan Penampungan Warga Eks Gafatar, Prayitno Suyatmo, dari Kesbangpolinmas Provinsi, Selasa (26/1).

Sementara untuk bisa bertemu dengan anggota keluarganya, mereka hanya diberi waktu selama satu jam, yaitu pukul 12.00 – 13.00 WIb atau saat makan siang. Selain itu, untuk bertemu juga dibatasi hanya diperbolehkan di Gedung Jeddah. Sejauh ini warga yang datang ke Posko untuk mencari anggota keluarganya kebanyakan berasal dari Sleman, Yogjakarta.

“Ada yang langsung ketemu, ada yang harus kita cocokan dulu identitasnya dengan data kita,” ujar Prayitno.

Seperti misalnya Bejo Sumarto, warga Tawangsari, Sukoharjo, bersama keponakanya mendatangi posko penampungan untuk mencari anak pertamanya, Sulardi. Namun, Bejo masih harus menunggu petugas untuk melacak data eks anggota Gafatar yang bernama Sulardi.

“Dia pergi sejak November lalu, katanya mau ke Kalimantan bekerja, berangkatnya dari Sleman, sampai sekarang tidak ada kabarnya,” ujar Bejo.

Bejo sendiri mendatangi Posko setelah didatangi aparat berwajib ke rumahnya, yang mengatakan sang anak berada di Asrama Haji Donohudan. Bejo sendiri berharap anaknya ada dalam rombongan eks anggota Gafatar yang saat ini ditampung di Asrama Haji.

“Kalau ketemu mau saja ajak pulang, namanya juga anak,” tandasnya bersemangat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge