0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terdakwa Kasus BPR BKK Karanganyar Divonis Satu Tahun Penjara

timlo.net/nanang rahadian
Mobil Barang bukti kasus BPR BKK Karanganyar (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Delapan terdakwa kasus dugaan korupsi di Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Badan Kredit Kecamatan (BKK) Karanganyar divonis satu tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (21/1) lalu.

“Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan kurungan penjara,” jelas Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar Gunawan Wisnu, Selasa (26/1).

Tak hanya menjatuhkan vonis kurungan penjara satu tahun terhadap kedelapan terdakwa. Majelis hakim juga menjatuhkan hukuman denda masing-masing sebesar Rp 50 juta, serta mengganti uang negara sebesar Rp 73 juta.

Seperti diketahui, delapan terdakwa tersebut yakni diantaranya Mns, Stn, Hh, Sh, Ep, Ht, Dy, dan Rw. Mns dan Stn diketahui menjabat sebagai jajaran direksi. Sedangkan terdakwa lainnya adalah kepala cabang di masing – masing wilayah.

“JPU dan Kuasa Hukum tadi pikir-pikir semua atas putusan itu,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kasus dugaan korupsi tersebut, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan persekongkolan memanipulasi terhadap sewa mobil operasional kantor, yakni dengan menggunakan jasa rental atau fiktif untuk kendaraan operasional. Padahal mobil operasional itu ternyata milik mereka sendiri yang disamarkan kepemilikanya. Mereka membeli mobil jenis Toyota Avansa warna putih, secara kredit, dan uang cicilannya menggunakan uang sewa mobil, yang sebelumnya sudah dianggarkan.

Dalam laporannya, mobil tersebut disewa dari salah satu rental ”R” di wilayah Sukoharjo. Biaya sewa perbulan Rp 5.400.000. Uang sewa ternyata digunakan untuk mencicil kredit mobil oleh ke enam pimpinan cabang. Dengan proses sewa fiktif yang dilakukan selama empat tahun itu, akhirnya menimbulkan kerugian negara Rp 3,053 Miliar.

”Kalau untuk barang bukti berupa enam mobil Toyota Avanza masih disita di Kantor Kejari Karanganyar,” papar Gunawan.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge