0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Saksi Sebut Baasyir Tidak Terlibat Pelatihan Teroris

merdeka.com
Abu Bakar Baasyir (merdeka.com)

Timlo.net – Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir diklaim tidak terlibat dalam pelatihan terorisme di Pegunungan Jalin Janto, Aceh. Hal itu diungkapkan oleh tiga orang saksi dalam sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap.

Saksi pertama, Abu Yusuf alias Mutaqin menyatakan Abu Bakar tidak terlibat dalam pelatihan terorisme di Pegunungan Jalin Janto, Aceh.

“Saya belum pernah bertemu Abu Bakar Baasyir. Tetapi saya pernah buat surat ke Abu Bakar Baasyir tujuannya untuk meminta dukungan berupa doa,” katanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Nyoto Hindaryanto, Selasa (26/1).

Dia mengemukakan, surat tersebut dikirim dalam posisi ketika tempat pelatihan militer di Janto diketahui aparat. Saat ditanya Jaksa Mayasari, mengenai alasan meminta doa kepada Abu Bakar Baasyir, Abu Yusuf menjawab karena Amir Jemaah Anshorut Tauhid (JAT) adalah orang yang dituakan.

“Alasannya kenapa meminta doa beliau, karena doanya diijabah Allah,” katanya.

Diakuinya, kegiatan pelatihan militer di Janto bukan untuk melakukan upaya terorisme.

“Dengan kegiatan ini, diharapkan kaum muslimin punya kesiapan untuk menghadapi kemungkinan terjadinya perang,” ujarnya.

Jaksa Mayasari mengemukakan, kesaksian Abu Yusuf sebenarnya sudah disampaikan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan.

“Saksi tidak memberikan novum baru, karena yang diberikan saksi telah disampaikan di PN Jakarta Selatan,” jelasnya.

Kemudian, saksi kedua dihadirkan TPM adalah Abdullah Sonata yang berperan sebagai pemasok senjata dalam pelatihan tersebut. Dia mengemukakan motivasinya terlibat dalam pelatihan militer di Janto.

“Saya mendukungnya karena sedang ramai peristiwa Palestina. Karena itu, pelatihan ini diadakan untuk menyiapkan pemberangkatan ke Palestina,” ucapnya.

Dia mengemukakan mendapat senjata dari salah satu mantan aparat keamanan.

“Saya memasok senjata atas perintah Dulmatin,” ucapnya.

Dalam kesaksian tersebut, Jaksa Mayasari tidak menggunakan hak bertanya.

“Kami tidak akan gunakan hak bertanya, karena semua kesaksiannya sudah ada dalam materi di persidangan PN Jakarta Selatan,” ujarnya.

Kemudian, Joko Sulistyo memberikan kesaksian terakhir. Dalam kesaksiannya, dia mengemukakan pelatihan di Janto berorientasi untuk pengiriman pejuang ke Palestina.

Setelah kesaksian Joko, hakim ketua kemudian menskorsing waktu sidang selama satu jam. Untuk keperluan istirahat salat dan makan.

Setelah istirahat, dua saksi terakhir yakni Habib Rizieq dan Jose Rizal Jurnalis akan memberikan kesaksian. Diperkirakan, sidang akan selesai pada sore hari.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge