0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nyolong Kabel Listrik, Kernet Bus Dibekuk Polisi

dok.timlo.net/aditya wijaya
Samrudi, pelaku pencurian kabel menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskri) Polres Klaten membekuk seorang pelaku kasus pencurian kabel milik Telkom di dekat taman makam pahlawan (TMP) Ratna Bantala di Dukuh Kunden, Desa Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan.

“Pelaku bernama Samrudi (32) warga Dukuh Kedungwangku, Desa Banyusoco, Kecamatan Playen, Gunung Kidul. Sedangkan satu pelaku lainnya masih buron,” kata Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Faizal M Ginting, Selasa (26/1).

Di hadapan petugas dalam gelar perkara di Mapolres Klaten, tersangka Samrudi mengaku mengajak Dista alias Kecing mencuri karena tidak mempunyai uang. Ajakan itu pertama kali dilontarkannya saat bertemu di Pasar Klaten pada Minggu (20/12/2015).

Selang sepekan, Minggu (27/12/2015), keduanya kembali bertemu di Terminal Bus Giwangan Yogyakarta. Kemudian, Senin (28/12/2015) malam, keduanya naik bus menuju Klaten turun di Jl Yogya-Solo. Lalu jalan kaki masuk ke gang TMP Ratna Bantala hingga larut malam.

“Untuk sasarannya belum ditentukan, tapi berada di wilayah Klaten. Ternyata, di dekat makam ada kabel telkom melintang. Lantas saya memanjat pohon mangga dengan membawa gergaji dan cutter. Setelah berhasil dipotong, esok harinya gulungan kabel itu kami jual ke tukang rongsokan laku Rp 600 ribu,” ujar  Samrudi yang sehari-hari berprofesi sebagai kernet bus serabutan di Terminal Giwangan.

Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita gergaji dan cutter, serta sepotong baju dan celana panjang baru hasil penjualan kabel. Akibatnya, tersangka bakal dijerat pasal 363 tentang Pencurian dengan Pemberatan, ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge