0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komunitas Mblayang Sragen Rutin Punguti Sampah CFD

dok.timlo.net/agung widodo
(dok.timlo.net/agung widodo)

 

Sagen – Tidak semua orang peduli dengan lingkungan sekitar, apalagi kalau berada di tempat umum, seperti jalan atau fasilitas publik lainnya. Tapi tidak demikian yang dilakukan sekelompok anak muda di Sragen ini. Mereka dengan kesadaran sendiri rela memungut sampah di Jalan Raya Sukowati Sragen.

Kelompok yang menamakan diri Mblayang Sragen ini, tanpa jijik dan sungkan mau memunguti sampah yang berceceran di area Car Free Day (CFD) Sragen, pada Minggu pagi.

“Kami sudah memulai aktivitas ini (mungut sampah —Red) selama 36 minggu lalu. Kita hitungannya minggu, karena tidak setiap Minggu kita lakukan ini,” kata salah satu Anggota Mblayang Sragen, Sunardi (25) ketika ditemui di area CFD Sragen, Minggu (24/1).

Dituturkan, kegiatan memungut sampah ini berawal dari melihat banyaknya sampah dari sisa-sisa makanan, jajanan, minuman yang dibuang sembarangan oleh para pengunjung CFD. Sebagai anak muda dia bersama teman-teman di Mbayang Sragen akhirnya tergerak untuk membersihkan sampah di sekitar CFD.

Diakuinya, sampah yang dibersihkannya tidak menjangkau di sepanjang area CDF, Jl Raya Sukowati mulai dari Pos Lalu Lintas hingga Tugu Adipura, tapi hanya di sekitar Pengadilan Negeri Sragen sampai bekas Lapas. Ini karena keterbatasan anggotanya yang hanya berjumlah sekitar 30 orang. Itu pun tidak semua anggota berkumpul saat acara CFD.

“Tidak punya maksud apa-apa. Kami hanya ingin CFD kelihatan bersih. Sekaligus kita juga mengingatkan agar pengunjung membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya,” ujar Sunardi.

Hal senada dikatakan anggota Mblayang Sragen lainnya, Eka Novita (22), mahasiswi asal Desa Srimulyo, Kecamatan Gondang. Selain membuat area CFD bersih, dia secara pribadi juga ingin memberi contoh adiknya yang masih duduk di banggku sekolah dasar (SD) untuk hidup sehat.

“Sama sekali tidak jijik. Saya sekaligus ngajari adik saya ini untuk hidup bersih. Biar dipraktekkan di rumah,” katanya.

Sementara pendiri Mblayang Sragen, Budi Purnomo (27) mengatakan, komunitasnya memang terdiri dari anak-anak muda. Selain bersih-bersih sampah di CFD, kegiatan lain yang dikerjakan adalah mengadakan pameran foto tentang potensi yang ada di Bumi Sukowati.

Seperti tempat-tempat wisata yang sebenarnya bisa mengundang daya tarik dari wisatawan manca negara. Biasanya mereka menggelar pameran foto di sebuah café di Sragen, Gendis Café. Budi menyatakan, komunitas Mblayang Sragen ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

“Anggota kita sekarang baru 30 orang. Semua anak muda,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge