0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Ikut Gafatar, Nasib 12 Warga Karanganyar Belum Jelas

Sekda Karanganyar, Samsi (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sebanyak 12 orang warga Karanganyar yang diduga bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Keberadaan dan nasibnya hingga kini belum jelas.

”Belum jelas, ikut rombongan mana juga belum tahu. Kita belum mendapatkan informasi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, Senin (25/1).

Samsi menegaskan Pemkab siap memfasilitasi dan mendampingi anggota Gafatar dari Embarkasi Haji Donohudan Boyolali hingga pulang ke rumah. Pemkab juga memastikan mereka diterima masyarakat dan membaur seperti sebelum pergi dari rumah.

“Tugas kami menjemput. Badan Kesbangpol, Kodim, Koramil, Polres, Polsek, Satpol PP, Camat, hingga Ketua RT berperan. Kami antar ke rumah, kami serahkan ke keluarga dan terus kita pantau melalui Pak RT setempat,” jelasnya.

Lebih lanjut Samsi mengatakan sejumlah pihak berperan dalam pengembalian mereka ke masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karanganyar juga berperan dalam hal spiritual. DKK, Dinsosnakertrans, dan BP3AKB juga bekerja sesuai wewenang masing-masing. Pemkab akan memastikan 12 orang itu kembali diterima masyarakat dan mandiri.

“Eks Gafatar juga harus terbuka, di masyarakat. Kami yakin masyarakat menerima. Salat ya ke masjid terdekat, sekolah dilanjutkan lagi. Kalau mau pindah sekolah akan difasilitasi. Jangan mengurung diri di rumah,” tutur dia.

Informasi yang dihimpun, sebanyak lima keluarga atau 12 orang warga Karanganyar pergi dari rumah sejak Oktober hingga Desember 2015. Mereka diduga bergabung dengan Gafatar. Lima keluarga itu berasal dari Kecamatan Tasikmadu sebanyak tiga keluarga dan dua keluarga dari Matesih.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge