0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eks Gafatar, Jika Tobat, UNS Akan Terima Kembali

dok.timlo.net/tyo eka
Rektor UNS, Prof Dr Ravik Karsidi MS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Ravik Karsidi menyatakan, mereka mahasiswa maupun pegawai UNS eks kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang sempat menghilang dan meninggalkan kewajibannya jika tobat, UNS akan siap menerima kembali.

“Tentu setelah melalui pertimbangan dan pernyataan tobat serta tidak akan mengulangi lagi,” jelas Ravik, Senin (25/1).

Rektor mengemukakan, meskipun mereka secara administratif telah melakukan pelanggaran. Namun jika status mereka benar sebagai korban, ada kemungkinan mereka akan mendapatkan dispensasi dari UNS atas pelanggaran administratif yang mereka lakukan. Untuk itu, UNS juga siap memberikan pembinaan kepada mereka.

“Pertimbangannya kalau memang mereka adalah korban, ya mestinya harus dilindungi. Sebab jika dalam posisi ini, siapa sih yang ingin? Tentunya tidak. Nah dengan pertimbangan tersebut, asalkan mereka punya itikad baik untuk ke depannya, kami siap menerima kembali,” ujar Ravik.

Bagi ketiga mahasiswa korban Gafatar, menurutnya, tidak akan sampai dikeluarkan dari kampus jika mereka memiliki komitmen yang kuat untuk melanjutkan studi mereka di UNS. Demikian halnya dengan pegawai TU Paskasarjana UNS yang telah meninggalkan pekerjaannya selama beberapa waktu terakhir lantaran diduga terlibat Gafatar.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge