0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga Jagung Melangit, Peternak Mengeluh

timlo.net/setyo pujis
Pedagang Jagung (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Pengurangan jumlah impor jagung yang dilakukan pemerintah dikeluhkan oleh sejumlah peternak. Pasalnya atas kebijakan tersebut harga jagung lokal di pasaran merangkak naik jika dibandingkan kondisi normal.

“Sejak kebijakan itu mulai diberlakukan pemerintah sejak 2015, harga jagung di pasaran terus merangkak naik. Sehingga bagi peternak seperti kita cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ternak karena harganya mahal,” ujar pemilik ternak ayam Lisan Mulia, Agus Joko Sulistyo saat dihubungi wartawan, Senin (25/1).

Dirinya mengatakan, harga jagung lokal di pasaran saat ini sudah melangit. Karena harganya melonjak dua kali lipat jika dibandingkan harga normal. Jika sebelumnya Rp 2.200-2.300 per kilogram, sekarang menjadi Rp 6.500 per kilogram.

“Kenaikan itu terjadi secara bertahap sejak diberlakukanya pengurangan impor oleh pemerintah tahun lalu,” jelasnya.

Meskipun harga jagung di pasaran melonjak lebih dari 50 persen, namun pihaknya belum berani menaikan harga telur kepada pedagang. Hal itu ditakutkan tidak ada pembeli karena daya beli masyarakat yang tidak menjangkau.

Dirinya berharap, pemerintah bisa melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan tersebut. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut ditakutkan para peternak akan semakin merugi. Dampak buruknya harga telur dan daging ayam akan semakin terkerek di pasaran.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge