0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan Meningkat, BPBD Solo Waspadai 21 Kelurahan Rawan Banjir

dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Banjir menggenangi jalan di Solo beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/red)

Solo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solo mewaspadai 21 kelurahan di Solo sebagai wilayah rawan banjir. Hal itu menyusul intensitas hujan yang semakin meningkat akhir – akhir ini.

“Memang tidak semua area di 21 kelurahan itu rawan banjir. Hanya sebagian area saja,” kata Kepala BPBD Solo, Gatot Susanto saat ditemui wartawan di kompleks Balaikota Solo, Senin (25/1).

Gatot menerangkan, 21 kelurahan rawan banjir itu tersebar merata di lima kecamatan. Antara lain Kelurahan Semanggi, Sangkrah, Kedunglumbu, Joyosuran dan Pasarkliwon (Kecamatan Pasar Kliwon), Kelurahan Panularan, Bumi, Pajang (Kecamatan Laweyan), Kelurahan Joyontakan, Tipes, Serengan (Kecamatan Serengan), Kelurahan Sumber, Banyuanyar, Gilingan, Nusukan, Kadipiro (Kecamatan Banjarsari) dan Kelurahan Mojosongo, Gandekan, Sewu, Pucangsawit, Jebres (Kecamatan Jebres).

Selain itu, lanjut Gatot, BPBD juga mewaspadai empat sungai di Solo yang diprediksi berpotensi menimbulkan banjir. Empat sungai itu yakni Kali Pepe di wilayah utara, Kali Jenes dan Kali Premulung di wilayah selatan, serta Bengawan Solo untuk wilayah timur.

Dalam mengantisipasi potensi banjir, Gatot menyampaikan sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi antaralain dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di kelurahan.

“Pengecekan pompa air, talut dan pintu air sudah dilakukan bersama DPU. Sebanyak tiga unit pompa portabel juga bisa digunakan kapanpun dan di manapun,” beber dia.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge