0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mediasi, Ryan Minta Dokter Memandang Foto Nameera

timlo.net/aditya wijaya
Bingkai foto Nameera, putri dari Muhammad Ryan Bramasto yang meninggal saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Islam Klaten (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Nameera Altynia Bramasto (10 bulan) meninggal ketika menjalani pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten pada Minggu hingga Rabu (18-21/10/2015) lalu. Pihak keluarga Namera dan RSI Klaten pun sudah melakukan mediasi pada Senin (25/1) pagi.

“Setelah kami layangkan somasi pada 9 Januari, tadi saya, istri, dan nenek Nameera didampingi kuasa hukum, meminta penjelasan sejujurnya dari RSI mengenai penyebab kematian anak saya. Apakah disebabkan DB (demam berdarah) atau karena obat atau karena penanganannya,” tutur ayah Namera, Muhammad Ryan Bramasto (28), Senin (25/1).

Mediasi berlangsung dari mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Tak lupa warga Dukuh Sraten RT 02/RW 04, Desa Belang Wetan, Kecamatan Klaten Utara itu membawa sebuah foto Nameera.

“Saat mediasi saya pasang foto Nameera. Kalau menjelaskan, dokter saya minta memandang foto anak saya, bukan kepada saya,” tandas suami dari Imaningsih Mia Sutanti itu.

Selain tidak puas dengan jawaban RSI, dia menyayangkan ketidakhadiran dokter jaga yang menangani Namera kala itu, Dr Dewi Kartikasari. Bahkan dokter spesialis anak yang menangani Namera saat masuk pertama kali di RSI Klaten, Dr Nov Sugianto, juga tidak banyak bicara. Dominasi pembicaraan justru datang dari tim spesialis anak dan direkturnya.

“Dokter Dewi juga tidak hadir, padahal kuncinya disitu. Sedangkan Dr Nov hanya bilang ’iya’ ketika saya tanya apakah saat dokter jaga akan memberi obat oral itu sudah sepengatahuan dokter yang menangani. Itu pun cukup lama dan terkesan ragu-ragu,” bebernya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge