0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dipulangkan, Warga Eks Gafatar Jual Perabotan

merdeka.com
Eks Gafatar di panti penampungan (merdeka.com)

Timlo.net – Sekitar 220 mantan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), akan dipulangkan dari pemukiman mereka di Desa Karya Jaya, Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, ke Sulawesi Selatan, Selasa (26/1) besok.

Sejauh ini, warga eks Gafatar memilih menjual perabot mereka kepada warga sekitar, dengan harga yang relatif terjangkau.

“Yang bisa dibawa pulang, mereka (warga eks Gafatar) bawa pulang. Yang tidak bisa dibawa pulang, barang-barang mereka jual kepada warga sekitar permukiman,” kata Kapolsek Samboja, AKP Dika Yosep Anggara, Senin (25/1).

Mengacu pada jadwal, Yosep membenarkan rencana pemulangan warga eks Gafatar, berlangsung Selasa (26/1) sore. Mereka akan didampingi pejabat pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, serta aparat keamanan dari TNI dan Polri.

“Sedangkan untuk kondisi kesehatan warga eks Gafatar ini sejauh ini relatif baik. Tapi beberapa di antaranya memang datang berobat ke posko kesehatan gabungan, ada dari dinas kesehatan, Polri dan TNI. Mereka mengeluhkan penyakit relatif ringan,” ujar Dika.

Pemkab Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, merogoh kocek Rp 500 juta buat membiayai pemulangan. Alokasi dana itu, digunakan buat konsumsi warga eks Gafatar, perjalanan ke pelabuhan Semayang di Balikpapan hingga tiba di Makassar, Sulawesi Selatan. Informasi diperoleh, warga eks Gafatar itu akan berangkat menggunakan KM Siguntang.

“Pemkab alokasikan Rp 500 juta untuk pemulangan dan pendampingan pemulangan warga eks Gafatar,” kata Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara, Davip Haryanto, kepada wartawan.

Ditemui di Samarinda, ketua pengurus wilayah gerakan pemuda Ansor Kalimantan Timur, Fajri Al Faroby, meminta pemerintah dan aparat mengusut dalang mengarahkan sekaligus membawa warga eks Gafatar ke Kalimantan. Baik di Kalimantan Timur maupun di Kalimantan Utara.

“Pemulangan ini menurut kami bukan solusi. Karena akar permasalahan yang menjadikan mereka seperti itu, tidak diusik pemerintah. Siapa yang mendatangkan mereka baik ke Kaltim ataupun ke Kaltara, itu harus diungkap, dibuka selebar-lebarnya, dan harus ikut bertanggung jawab,” kata Fajri.

Mantan pengikut Gafatar tidak hanya bermukim di Samboja, tetapi juga di Samarinda dan Berau di Kalimantan Timur, hingga di Bulungan, Kalimantan Utara. Di Bulungan, tercatat ada 119 orang mantan Gafatar asal Lampung, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge