0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertambangan Rakyat di Wonogiri Sulit Dipantau

dok.timlo.net/tarmuji
Pengolahan emas milik penambang tradisional warga Selogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas pertambangan rakyat di Wonogiri sulit dilakukan pemerintah. Pasalnya, ribuan penambang bekerja di daerah yang belum ditetapkan sebagai wilayah pertambangan rakyat (WPR) alias ilegal.

“Kami hanya bisa mengawasi dan memantau tambang rakyat yang sudah ditetapkan sebagai WPR oleh Gubernur Jateng,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pertambangan, Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (DPESDM) Wonogiri, Eko Saptaningsih, Senin (25/1).

Dikatakan, saat ini ada 1000-an penambang rakyat di seluruh Wonogiri. Mereka tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Selogiri, Tirtomoyo, Jatiroto maupun Wonogiri dan lainnya. Semua kecamatan tersebut belum ada satupun yang ditetapkan sebagai WPR.

Akibat tidak bisa mengawasi tersebut, dinas kesulitan mendeteksi jika terjadi kecelakaan kerja sebagaimana terjadi tahun lalu. Dimana seorang penambang pasir di Dusun Gondang RT3/RW2, Desa Nguneng, Puhpelem, tewas tertimbun pasir yang digalinya.

Selain Kecamatan Selogiri, ada beberapa kecamatan lain yang tahun ini bakal ditetapkan sebagai WPR. Namun demikian Selogiri sampai saat ini belum bisa ditetapkan sebagai WPR. Pasalnya, wilayah  Selogiri masuk dalam domain PT Alexis Perdana Mineral, perusahaan tambang ini telah mengantongi ijin tambang komersial di Wonogiri, sehingga kemungkinan besar sulit menetapkan menjadi wilayah WPR.

“Setelah kajian kita lengkap, baru akan kita serahkan gubernur sebagai acuan penetapan WPR,” katanya.

Ditambahkan, saat ini masih banyak penambang rakyat di Selogiri. Mereka selalu menggunakan merkuri untuk mengolah emas. Padahal limbah merkuri dipercaya membahayakan bagi manusia, hewan, tumbuhan, maupun lingkungan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Kalau mau mengawasi, harus ditetapkan WPR dulu,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge