0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kantong Plastik Berbayar, Disperindag Siapkan Tim ke Lapangan

Kantong plastik (dok.merdeka.com)

Solo — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo siap mendukung pemberlakukan kantong plastik berbayar di Solo. Selain toko modern, pedagang di pasar tradisional juga diimbau mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Kami akan lakukan sosialisasi. Teman-teman (Disperindag) akan langsung cek ke lapangan,” kata Kepala Disperindag Solo, Triyana kepada wartawan, Senin (25/1).

Sebagaimana diketahui, Solo menjadi bagian dari 17 kota yang menjadi uji coba pelaksanaan kebijakan kantong plastik berbayar dari pemerintah pusat. Selain Solo, kota lainnya yang bakal menerapkan kantong plastik berbayar yakni Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua. Kebijakan tersebut akan diluncurkan bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari mendatang.

Triyana mengungkapkan kebijakan kantong plastik berbayar dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Hal ini karena ketika menjadi sampah, kantong plastik susah diurai. Dengan pembeli diharuskan membayar kantong plastik, diharapkan jumlah kantong plastik yang beredar bisa ditekan.

Ditahap awal, lanjut Triyana, kantong plastik berbayar diterapkan di ritel dan toko modern. Harga kantong plastik diserahkan ke masing-masing ritel. Meski resmi diberlakukan mulai 22 Februari, saat ini beberapa ritel di Solo sudah memberlakukan kantong plastik berbayar.

Adapun untuk pedagang pasar dan kelontong di kampung-kampung, Disperindag melakukan himbauan agar pedagang mengurangi penggunaan kantong plastik. Untuk pedagang di pasar, Triyana mengaku berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Pasar (DPP).

“Nanti kita koordinasikan dengan DPP, agar tidak tumpang tindah. Undangan sudah dibuat dalam minggu ini,” ungkap dia.

 

 

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge