0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alokasi Pupuk Bersubsidi Karanganyar Berkurang

dok.timlo.net/nanang rahadian
Pupuk bersubsidi (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk subsidi Kabupaten Karanganyar tahun 2016 berkurang dari tahun sebelumnya. Bahkan pengurangan sampai 500 ton untuk alokasi pupuk urea yakni dari semula 21.500 ton menjadi 21.000 ton.

“Kemudian NPK dari sebelumnya 15.450 ton menjadi hanya 7.000 ton. Sedangkan jenis pupuk lain relatif tak bergeming seperti SP36 6.400 ton, ZA 8.960 ton dan pupuk organik 6.600 ton,” Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Dispertanbunhut) Karanganyar, Supramnaryo, Senin (25/1).

Supramnaryo mengatakan, pemangkasan alokasi pupuk sesuai perhitungan konsumsi petani atas barang bersubsidi itu. Menurutnya penurunan tersebut diakibatkan petani mulai beralih ke pupuk organik sehingga wajar jika jatah yang anorganik dikurangi oleh provinsi.

“Lagipula terlalu banyak memakai pupuk urea juga tidak bagus bagi tanaman. Kelihatannya saja tanamannya bagus tapi rentan roboh,” katanya.

Nihilnya pengajuan revisi RDKK membuatnya yakin jatah pupuk selama ini cukup. Hanya perlu pergeseran jatah alokasi di lingkup kabupaten, misalnya mengalihkan sebagian jatah pupuk di satu kecamatan yang kelebihan stok ke kecamatan kurang pupuk. Belum lama ini, Dispertan mengambilkan jatah pupuk wilayah 4 J (Jatipuro, Jatiyoso, Jumapolo, Jenawi) ke Gondangrejo.

“Kebutuhan pupuk di 4 J tak sebanyak wilayah potensial lainnya seperti Gondangrejo. Sehingga alokasinya bergeser. Cara ini lebih mudah daripada kami harus meminta tambahan alokasi ke provinsi,” katanya.

Efektivitas penyerapan barang bersubsidi itu lebih ditekankan daripada memasang alokasi berlebih. Apalagi pengelolaan pupuk mulai disorot Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang menakar aspek manfaat pengadaan barang bersumber uang negara itu. Supramnaryo mengklaim serapan pupuk subsidi di awal 2016 telah berjalan sesuai RDKK. Didasari SK bupati terkait RDKK pupuk subsidi, harga eceran tertinggi (HET) tiap jenis pupuk tak berubah yakni urea per kilogram Rp 1.800, NPK Rp 2.300, SP36 Rp 2.000, ZA Rp 1.400 dan pupuk organik Rp 500.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge