0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPR: Film Nasional Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Kharis (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dunia perfilman di Indonesia dinilai mulai bangkit dengan menyajikan nilai edukasi kepada masyarakat. Meski, tak sedikit diantara film-film nasional yang masih berkutat dengan adegan monoton dan tak memiliki arti yang mendidik.

“Saya menilai, saat ini sudah banyak film yang menyelipkan nilai budaya ketimuran ketimbang mengadopsi budaya Barat,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Kharis saat ditemui wartawan di sela pemutaran film “Ketika Mas Gagah Pergi” di Studio 21 Solo Grand Mall, baru-baru ini.

Ketua Panja Perfilman ini juga mengatakan, seharusnya film nasional mampu menjadi raja di negerinya sendiri dengan mengekplorasi nilai-nilai lokal yang ada di Indonesia. Tidak hanya, monoton menyerap unsur kebudayaan barat. Masih banyak, nilai budaya negeri untuk dieksplorasi. Sehingga, nilai-nilai tersebut masih layak dan pantas untuk dijadikan tontonan yang mendidik mentalitas generasi penerus Indonesia.

“Banyak banget kalau mau mengeksplorasi, nilai gotong royong, kearifan lokal, kesenian dan masih banyak lainnya,” terang Kharis.

Pihaknya berharap, industri perfilman di Indonesia tidak hanya menyajikan film yang mampu mendongkrak dari sisi penjualan semata. Melainkan, tetap menyelipkan unsur edukasi dan budaya bangsa sebagai pemupuk generasi bangsa kedepan. Sehingga, melalui film tak hanya dijadikan sebatas tontonan melainkan juga memiliki nilai tuntunan yang positif.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge