0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sembahyang Pao Oen, Memohon Ampunan kepada Tuhan

Pelepasan 888 bibit (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Sambut Imlek, umat Tridharma (Buddha, Tao dan Konghucu) Solo menggelar sembahyang Pao Oen. Sembahyang ini dimaksudkan untuk memohon ampunan kepada Tuhan, atas segala kesalahan yang dilakukan selama setahun kebelakang.

Sembahyang Pao Oen, diawali dengan doa bersama di dalam kelenteng Tien Kok Sie di kawasan Pasar Gede. Kemudian dilanjutkan dengan mempersembahkan bakaran dupa, dan berbagai persembahan lain. Secara khusus, dalam ritual Pao Oen, disajikan Kue Kura yang dipersembahkan kepada Makco Kwan Im dan para dewa lainnya.

Usai ritual doa, umat yang mengikuti sembahyang Pao Oen berkumpul didepan Klenteng. Upacara yang dipimpin langsung oleh Biksu dari Vihara Maha Bodhi Semarang tersebut, dilanjutkan dengan pelepasan 888 burung Pipit. Selain burung, juga dilepaskan 888 bibit ikan Lele di sungai.

“Burung dan Ikan ini merupakan simbol bersatunya manusia dengan alam dan lingkungan disekitarnya. Ini merupakan konsep keseimbangan. Sebenarnya jenis burung dan ikan apa saja boleh, tidak harus Pipit dan Lele,” ungkap Ketua Pengurus Klenteng Tien Kok Sie Pasar Gede Solo, Henry Susanto, Minggu (24/1).

Kalau jumlah 888, lanjut Henry merupakan angka yang baik menurut warga Tionghoa. Angka 888 dipercaya membawa keberuntungan, kecerahan, dan kesejahteraan.

Sembahyang Pao Oen sendiri merupakan ritual yang dilaksanakan setiap tahunnya, menjelang pergantian tahun imlek. Sembahyang ini diikuti oleh ratusan umat Tridharma. Selain dari Solo, datang pula umat dari Semarang, dan Surabaya untuk mengikuti ritual ini.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge