0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Upacara Poe Oen Ditandai Pelepasan 888 Burung Gereja dan Ribuan Ikan

timlo.net/achmad khalik
Ritual Pao Oen (timlo.net/achmad khalik)

Solo — Ratusan Burung Gereja dan ikan dilepaskan dalam upacara Poe Oen yang digelar di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Minggu (24/1). Kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek 2567 yang jatuh pada tanggal 8 Februari mendatang ini mengundang perhatian sejumlah masyarakat yang melewati kawasan tersebut.

“Unik juga acaranya,” kata salah seorang warga Sragen, Maryani (32).

Dirinya yang melintas di Jalan RE Martadinata sengaja memarkirkan kendaraannya sejenak untuk menyaksikan sekelompok biksu melepas ratusan Burung Gereja. Selain itu, dirinya juga penasaran untuk menyaksikan pelepasan ikan diseputar sungai kawasan Pasar Gede.

“Penasaran juga, ada ramai-ramai ngelepasin burung dan ikan,” katanya.

Berbeda dengan Maryani, salah seorang pedagang di Pasar Gede, Sumiarjo (42), mengaku memang kerapkali menyaksikan ritual Poe Oen. Meski begitu, dirinya kurang begitu paham makna yang terkandung di dalam ritual tersebut.

“Yang saya tahu, setiap tahun melepas burung dan ikan. Katanya untuk tolak balak. Untuk makna mendalam lainnya saya kurang tahu,” kata pedagang sayur tersebut.

Sementara, Ketua Klenteng Tien Kok Sie, Henry Susanto mengatakan, warga Tionghoa percaya dalam upacara Poe Oen setiap orang yang membebaskan makhluk hidup akan terhindar dari kesialan. Disamping itu, mereka juga memercayai ritual yang telah berusia ribuan tahun ini mendatangkan keberkahan bagi para penganutnya.

Terhitung, sebanyak 888 Burung Gereja dilepas dalam perayaan upacara tersebut. Warga Tionghoa percaya bahwa angka delapan berjejer tiga memiliki makna kesuksesan, keberkahan dan kejayaan.

“Jumlahnya ada 888 ekor, maknanya supaya ditahun depan mendapat keberkahan kesuksesan dan kejayaan,” kata Henry.

Pantauan Timlo.net, nuansa Imlek 2564 semakin terasa dikawasan Pasar Gede. Lampu lampion yang dipasang di Klenteng Tien Kok Sie dan di seputar Kawasan Pasar Gede didatangkan langsung dari Negeri Tiongkok. Disamping itu, konsep penataan lampion juga berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, pihak penyelenggara mengusung tema jaring laba-laba untuk menyemarakkan pergantian tahun baru Imlek.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge