0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hak Paten Penelitian Siswa Terkendala Biaya

Solo – Kendati kualitas hasil penelitian siswa di Kota Solo meningkat dan meraih prestasi, namun terkendala mahalnya biaya memperoleh hak paten.

“Sebenarnya dari tahun ke tahun hasilnya baik kuantitas dan kualitasnya, namun macet ketika ingin dipatenkan,” ungkap Ketua Panitia Olimpiade Penelitian Siswa Surakarta (OPSS) Sri Darwati kepada wartawan di sela-sela pelaksanaan Orientasi OPSS bagi Siswa dan Guru Pembimbing SMP dan SMA, di Solo.

Akibatnya, kata Darwati, pengalaman ketika ada hasil pemenang penelitian beberapa pekan kemudian diproduksi massal oleh produsen besar di Jawa Timur.

Menurut Darwati, tahun 2014 juara OPSS Kota Surakarta berhasil meraih juara satu pada Olimpiade yang digelar LIPI hingga menjadi utusan Indonesia untuk lomba yang sama di Amerika Serikat. Begitu pula hasil OPSS tahun 2015 untuk kategori IPS Humaniora mendapat juara satu tingkat nasional.

“Sebenarnya minat anak dalam penelitian, banyak. Tetapi sayangnya setelah menang, berhenti sudah. Tidak ada tindak lanjut untuk hak paten, karena mesti mengeluarkan biaya 12 juta, dirasa bagi pelajar berat,” ujarnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge