0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tahun Kera Api, Maskot Hanoman dan Sun Go Kong Dipilih

foto: Daryono
Suasana persiapan Imlek di kawasan Pasar Gede (foto: Daryono)

Solo – Panitia Imlek Bersama Solo mengusung semangat akulturasi budaya antara Tionghoa dan Jawa. Akulturasi budaya yang disajikan tampak dalam maskot tokoh pewayangan Jawa, Hanoman, yang akan berdampingan dengan maskot Sun Go Kong (Kera Sakti).

“Kita mengambil tema budaya imlek memperkokoh NKRI. Dimana imlek secara luas telah diterima masyarakat sebagai salah satu budaya di Indonesia.” Ungkap Ketua panitia imlek bersama, Sumartono Hadinoto, Minggu (24/1).

Tak ketinggalan, sejumlah sudut kota turut bersolek untuk menyambut datangnya tahun baru imlek. Seperti di kawasan Pasar Gede Solo, tampak sejumlah 3.000 lampion dipasang untuk memeriahkan suasana. Selain itu panitia juga akan memasang 12 lampion berbentuk Shio di jalan Jenderal Sudirman.

“Dipilihnya maskot Hanoman dan Sun Go Kong ini, karena tahun depan kita akan memasuki tahun Kera Api. Baik budaya Jawa maupun Tionghoa memiliki dua tokoh kera yang spesial, karenanya kita angkat semuanya,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, panitia juga akan menggelar Grebeg Sudiro, yang menjadi simbol bersatunya masyarakt Jawa dan Tionghoa. Dia menambahkan, juga akan menggelar Imlek Festival yang akan dilaksanakan di Benteng Vastenburg.

“Yang spesial tahun ini adalah pemecahan rekor muri, yakni menulis kaligrafi China secara bersama-sama, sepanjang 500 meter.” Tandasnya.

Dari tahun ke tahun perayaan Imlek di kota Bengawan semakin bagus dan meriah. Hal ini dikatakan Sumartono, sebagai modal yang baik bagi industri kepariwisataan Solo.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge