0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Belum Tahu Berapa Warganya Ikut Gafatar

ilustrasi kapal (Dok.Merdeka.com)

Boyolali – Pemkab dan Polres Boyolali mengelar rapat koordinasi menunggu kedatangan ratusan warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dari Kalimantan Barat. Sejauh ini, Pemkab Boyolali belum memiliki data pasti berapa warga Boyolali yang ikut dipulangkan.

“Kita belum tahu pasti jumlah dan asalnya, nanti setiba di Asrama haji Donohudan baru kita lakukan identifikasi,” kata Assisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Boyolali, Untung Rahardja, Sabtu (23/01).

Dari informasi terakhir, sebanyak 300an warga eks Gafatar tadi pagi sudah diberangkatkan ke Semarang melalui jalur laut dengan KRI Gilimanuk. Mereka diprediksi tiba di Semarang, Senin (25/01). Setiba di Semarang akan langsung diberangkatkan ke Boyolali dengan pengawalan ketat petugas Polda Jateng.

“Di Asrama haji kemungkinan mereka akan tinggal tiga hari dan akan dipulangkan setelah dijemput pemkab masing-masing,” tambahnya.

Di sisi lain, Kesbangpol telah berkoordinasi dengan Dinsosnakertrans, terkait bantuan untuk warga eks Gafatar yang berasal dari Boyolali. Sementara untuk warga eks Gafatar yang terlanjur menjual tempat tinggalnya, akan dicarikan solusi.

“Intinya pemerintah daerah tidak akan menelantarkan mereka, ini kita sedang carikan solusi terbaik,” ujar Supama.

Informasi sementara, jumlah warga eks Gafatar yang dipulangkan dengan KRI Gilimanuk akan tiba di Semarang, Senin pagi (25/1). Rombongan tersebut berjumlah 291 orang. Dengan rincian, anak-anak berjumlah 106 orang, lelaki dewasa 108 orang dan perempuan 77 orang. Lima diantaranya dilaporkan dalam kondisi sakit. Rombongan ini berasal dari wilayah Jawa Tengah, seperti Kudus, Pati, Banyumas, Wonogiri dan Boyolali.

“Mereka akan menempuh perjalanan 35 hingga 40 jam,” tandas Supama.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge