0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anda Bershio Monyet? Dianjurkan Ikuti Ritual Pao Oen

dok.timlo.net/achmad khalik
Salah satu kegiatan di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Ritual Pao Oen sebagai bagian tradisi perayaan Tahun Baru Imlek (Konzili) 2567 bakal digelar Sabtu – Minggu (23-24/1) di Klenteng Tien Kok Sie, Pasar Gede, Solo. Menurut kepercayaan Tiongkok, Anda yang bershio monyet atau terpaut tiga tahun dengan shio monyet sebaiknya mengikuti ritual Pao Oen.

“Dalam kalender horoskop Tiongkok itu ada istilahnya jiong. Jiong itu artinya nggak cocok. Jadi ada beberapa horoskop yang tidak cocok dengan shio monyet. Horoskop yang tidak cocok itu terpaut tiga, misalnya shio babi,” kata Ketua Klenteng Tien Kok Sie, Henry Susanto kepada wartawan, baru-baru ini.

Dalam kepercayaan Tiongkok, sambung Henry, jika shio monyet dengan shio babi melangsungkan pernikahan diyakini hubungan tersebut mungkin tidak langgeng. Begitu juga saat menjalankan bisnis juga diminta lebih berhati-hati.

Henry melanjutkan, perlunya mereka yang bershio monyet mengikuti ritual Pao Oen lantaran simbol monyet api dikenal sebagai monyet yang terkenal, cerdas tetapi sedikit licik. Dalam urusan pekerjaan, mereka yang bershio monyet, lantaran terlalu bersemangat bisa tidak terkendali.

“Di tahun monyet api diharapkan untuk yang berzodiak terutama berzodiak monyet lebih berhati-hati. Karena itu, harapannya yang bershio monyet melakukan ritual untuk meredam,” jelas dia.

Untuk diketahui, Pao Oen dalam budaya Jawa lebih dikenal dengan ruwatan. Ritual itu dimaksudkan memohon pengampunan kepada Tuhan untuk segala kesalahan dan hal tidak baik yang kita buat. Prosesi Pao Oen ditandai dengan pelepasan 888 burung gereja dan 888 ikan lele pada Minggu (24/1).

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge