0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Seorang Terduga Teroris Ditangkap Saat Beli Nasi Goreng

dok.timlo.net/
Densus 88 (dok.timlo.net/)

Timlo.net — Seorang terduga teroris ditangkap tim Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri di Gang Masjid RT 04 RW 01 Kelurahan/Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jumat (22/1) malam.

Saksi mata yang juga warga setempat, Rido mengatakan, penangkapan dilakukan sekitar 20 orang tim Densus. Ada yang berpakaian preman, ada pula yang berseragam lengkap membawa senjata laras panjang.

“Ada satu orang yang dibawa petugas Densus,” kata Rido.

Rido mengatakan, pria yang dicokok bernama Ronal (27). Menurut dia, pria itu baru saja tinggal di rumah kontrakan tersebut selama tiga hari belakangan.

“Menumpang di rumah temannya,” kata Rido.

Sementara Onah (35) pedagang makanan mengatakan, Ronal ditangkap ketika sedang membeli nasi goreng tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat itu, ada dua orang anggota Densus 88 yang sedang menyamar. Dua orang ‘sangar’ itu sudah menunggu lebih dari satu jam di warung kopi miliknya.

“Orang yang menangkap sudah lama menunggu sambil ngopi, dan menunggu sepeda motornya dicuci,” kata Onah.

Menurut dia, begitu terduga teroris datang dan memesan nasi goreng, petugas Densus tersebut langsung menyergapnya. Bahkan, nasi goreng yang dipesan belum sempat dibungkus.

“Dia (terduga teroris) minta ijin makan dulu, tapi enggak dibolehkan, kemudian langsung dibawa menggunakan sepeda motor,” katanya.

Dia menjelaskan, ciri-ciri terduga teroris yang dibawa petugas tersebut ialah postur tubuhnya tinggi, kulitnya putih, rambutnya ikal dan gondrong, memakai topi.

Tak lama setelah penangkapan, petugas Densus lalu mendatangi rumah kontrakan di RT 4 RW 1, Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang. Rumah kontrakan itu merupakan tempat tinggal terduga teroris tersebut.

Rumah kontrakan milik H Odah sudah terpasang garis polisi, dan dijaga oleh aparat Polresta Bekasi Kota. Warga tak diperkenankan mendekat ke lokasi.

Darri dalam rumah kontrakan tersebut, petugas mengamankan sejumlah benda.

“Ada tiga telepon selular dan buku-buku tebal, tapi enggak tahu buku apa yang dibawa,” kata ketua RT 4 Sanin (56) yang ikut menyaksikan penggeledahan, Jumat malam (22/1).

Usai melakukan penggeledahan, petugas lalu membawa barang sitaan tersebut. Kerabat pemilik kontrakan, Rahmat (21) mengatakan terduga teroris yang ditangkap merupakan adik dari pengontrak, yaitu Beni yang bekerja sebagai juru parkir di Pasar Bantargebang.

“Kakaknya baru empat bulan mengontrak, waktu penangkapan tidak sedang di rumah. Sementara adiknya baru menumpang tinggal sekitar tiga hari lalu,” katanya.

[eko/noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge