0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keberadaan Sawah Lestari Dipastikan Aman

Hamparan sawah lestari di Wonogiri (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Keberadaan sawah lahan basah atau sawah lestari erat kaitannya dengan ketahanan pangan suatu daerah. Seperti di Wonogiri, banyaknya investor yang masuk dan membangun perusahaan, dinilai tidak akan bersinggungan dan bahkan mencaplok keberadaan sawah lestari.

“Selama ini penataan kawasan telah mengacu pada Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Ada sekitar 21. 661 hektare lahan basah yang masuk RTRW. Harus dipertahankan, tidak boleh dialihfungsikan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Wonogiri, Safuan, Jumat(22/1).

Menurutnya, selama 2015 lalu telah ada 1.270 perusahaan yang masuk Wonogiri. Lokasi proyek pembangunan perusahaan tersebut juga tersebar di beberapa wilayah di Wonogiri. Sedang jumlah sawah basah tersebut tersebar di 24 kecamatan.

“Hanya Kecamatan Paranggupito saja yang tidak ada karena hanya terdapat lahan kering atau kebun,” jelasnya.

Kabid Praswil Bappeda Wonogiri, Edi Joko, mengatakan pemkab terus melakukan pengkajian terkait adanya ijin pendirian perusahaan. Terutama untuk perusahaan besar. Jika menyentuh lahan lestari, otomatis pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi. Sesuai aturannya tidak boleh dialihfungsi sawah lestari, terkecuali untuk kepentingan umum. Seperti diatur dalam Perda No. 9/2011 tentang RTRW 2011-2031. Kemudian untuk, zonasi kawasan pertanian lahan basah disusun dengan ketentuan tidak dibolehkan alih fungsi LP2B selain untuk kepentingan umum.

“Sebagai gantinya, Pemkab menyediakan sekitar 800 hektare untuk industri, yang tersebar di Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Wuryantoro, Tirtomoyo, Eromoko dan Ngadirojo,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge