0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jaringan Provider Lemot, Perajin Batik Jarum Bayat Mengeluh

timlo.net/aditya wijaya
Kepala Dusun (Kadus) II Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, Suyanto (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Pelaku usaha kerajinan batik di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, mengeluhkan lemotnya jaringan provider di desa setempat. Akibatnya, komunikasi dengan calon pembeli melalui ponsel maupun piranti lainnya terhambat.

“Sudah beberapa bulan ini Indosat lemot, baik telepon, kirim sms (pesan pendek), atau pakai kuota internet. Tapi ya cuma di wilayah sini saja, keluar desa sudah normal,” ujar Kepala Dusun (Kadus) II Desa Jarum, Suyanto, Jumat (22/1).

Menurut dia, lemotnya jaringan provider itu menjadi kendala ketika perajin batik sedang mobile di luar rumah. Sebab pemasaran batik kain umumnya langsung dipasok ke outlet maupun toko milik perajin yang diorder via telepon atau aplikasi komunikasi internet.

Pihaknya mengaku sudah menghubungi lewat telepon customer service (CS) dan langsung ke gerainya, tapi belum ada tindak lanjut. Meski demikian, untuk rumah perajin yang memiliki portable wifi berlangganan internet tidak memiliki kendala. Sehingga komunikasi hanya bisa dilakukan di rumah.

“Sudah ada 16 titik lokasi yang pakai wifi. Kalau perlu ada provider yang bisa mendirikan BTS (Base Transceiver Station) di sini. Sehingga jaringan provider menjadi lancar. Karena Desa Jarum sentra perajin batik,” imbuh Suyanto.

Sementara itu, Putri, salah satu CS gerai provider beralamat di Jalan Pemuda Tengah No 18 Klaten mengaku, sudah menerima keluhan itu dari warga Jarum Kecamatan Bayat. Menurutnya, perbaikan jaringan ada beberapa tahap sehingga tidak bisa langsung ditangani.

“Keluhan sudah disampaikan ke bagian teknisi jaringan. Mungkin ada kendala di BTS-nya, tapi sebelum diperbaiki biasanya survei dulu. Per kecamatan umumnya satu unit BTS, tapi tergantung luasan wilayah kecamatan bersangkutan,” ucapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge