0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemerintah Janji Lindungi Aset Gafatar

(merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah berjanji menjaga dan melindungi seluruh aset milik anggota Gafatar yang ditinggalkan pemiliknya. Usai pembakaran kampung yang ditinggali eks anggota Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat, ribuan orang dikembalikan ke kampung halaman masing-masing.

“Kami dalam jangka panjang melindungi mereka terutama aset-aset mereka, apabila mereka sudah beli tanah untuk bertani, kami akan bicarakan berapa hak beli mereka,” kata Plt Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Sartono, Jumat (22/1).

Agus menyampaikan, pemerintah akan membantu anggota Gafatar kembali ke kehidupan normal.
“Misalnya, mereka pasti punya kerabat di Jawa. Saya yakin mereka pasti diterima dengan baik,” ucap Agus.

Agus pun meyakinkan supaya anggota Gafatar itu mau kembali ke daerahnya masing-masing.

“Mereka harus kembali ke daerah asal dan kami harus yakinkan kepada mereka. Mereka memang punya pemikiran yang keliru, tetapi ini akan diluruskan. Kami tidak akan membiarkan penolakan masyarakat jadi masalah baru,” ujar Agus.

Menurut Agus, pemerintah berusaha membantu pengungsi eks-Gafatar untuk kembali ke masyarakat.

“Jangan dimusuhi harus dibantu. Kemendagri dan Polri juga memastikan kondisi sudah kondusif,” lanjut Agus.

Agus menjanjikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memastikan anak-anak pengikut Gafatar mendapatkan akses pendidikan. Bahkan Kementerian Agama akan memasukkan mereka ke pesantren.

Sementara itu, menurut Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Soedarmo, hingga kini tercatat ada 1.611 orang anggota Gafatar siap dikembalikan ke daerahnya masing-masing.

Mereka berasal dari Jawa Timur (712 orang), Jawa Tengah (145 orang), Daerah Istimewa Yogyakarta (276 orang), Jawa Barat (247 orang), DKI Jakarta (90 orang), Banten (4 orang), Sumatera Utara (13 orang), Riau (99 orang), Nanggroe Aceh Darussalam (2 orang), Sumatera Barat (4 orang), Kepulauan Riau (8 orang), Kalimantan Barat (4 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), Kalimantan Tengah (3 orang), dan Lampung (4 orang).

“Data ini akan terus berkembang dan bertambah. Tapi kita tidak mendata sampai sedetil mungkin, misalnya berapa laki-laki, perempuan, dan anak-anak. Kami global saja,” kata Soedarmo.

Di tempat terpisah, saat mengunjungi para anggota Gafatar yang terusir di Kalimantan Barat, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta mereka tidak khawatir. Apalagi takut ada penolakan dari masyarakat di lingkungan mereka saat dipulangkan.

“Saya minta tidak usah khawatir nanti akan ada resistensi, karena keluarganya sendiri sudah mengharapkan mereka kembali. Jadi jangan khawatir, keluarga menunggu Anda kembali,” kata Khofifah di Pontianak.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge