0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Permintaan Pemerintah Untuk Freeport Dinilai Memberatkan

dok.merdeka.com
PT Freeport (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri menilai permintaan pemerintah untuk meminta sejumlah dana yang setara dengan biaya pembangunan smelter bagi PT Freeport Indonesia dinilai memberatkan. Alasannya, perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini masih belum mendapatkan kejelasan perpanjangan kontrak yang berakhir pada 2021.

“Jadi sesuatu yang sangat mustahil orang bangun smelter kalau belum ada kejelasan diperpanjang. Kan sederhana,” ujar Faisal, Jumat (22/1).

Faisal meminta agar pembahasan perpanjangan izin ini tidak dipolitisasi.

“Ini pembahasannya nasional. Coba, kalau diskusinya begitu nasionalisme, nanti isinya hanya perampok baru yang datang. Sudah terbukti itu,” kata dia.

Selain itu, lanjut Faisal, pemerintah harus mempertimbangkan agar perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bisa mengelola ekspor konsentrat yang sudah lama dikuasai asing.

“Kalau saya ya, tidak ada lagi perpanjangan di masa yang akan datang, tapi kita siapkan,

“Kalau ada, Pak Luhut kek, Bakrie kek, atau siapa gitu ingin ke sana, kan akhirnya modalnya dari China, dari asing juga,” jelas dia.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge