0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

4.699 Pemegang PKMS Gold Diverifikasi BPJS

timlo.net/setyo pujis
Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Solo (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Migrasi Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS) Gold ke program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus berlangsung. Setelah proses migrasi 7.426 pemegang PKMS gold selesai, saat ini sebanyak 4.699 pemegang PKMS Gold sedang diverifikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Bulan ini dapat lagi data dari Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) sebanyak 4.278 jiwa. Saat  ini sudah kita masukkan ke BPJS. Ini sedang diverifikasi BPJS. Nanti berapa yang masuk  BPJS sedang kita tunggu,” kata Kepala UPTD PKMS Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Ida Angklaita kepada wartawan, Jum’at (22/1).

Dari 4.278 pemegang PKMS Gold itu, lanjut Ida, jumlah yang memenuhi syarat dimigrasi ke BPJS sangat mungkin menyusut. Hal itu berkaca pada proses migrasi tahap pertama dimana dari 11.625 pemegang PKMS Gold yang diserahkan ke BPJS, hanya 7.426 jiwa yang dimigrasi. Penyebabnya beragam mulai dari sudah memiliki Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), sudah memiliki BPJS yang dibayari perusahaan dan sudah membayar premi mandiri.

Ida menerangkan, setelah diverifikasi, 4.278 pemegang PMKS Gold itu akan diterbitkan kartu BPJS-nya pada akhir Januari atau awal Februari. Kartu BPJS hasil migrasi tahap II itu diperkirakan sudah aktif dan bisa digunakan awal Februari mendatang.

Disinggung berapa sisa jumlah pemegang PKMS Gold yang belum dimigrasi ke BPJS setelah adanya penyerahan data tahap II, Ida mengaku tidak bisa memperkirakan. Hal ini mengingat total data pemegang PKMS Gold sebanyak 21.684 merupakan asumsi secara kasar. Data pemegang PKMS Gold sebanyak 21.684 jiwa itu digunakan untuk menghitung asumsi kebutuhan anggaran migrasi PKMS Gold di tahun ini.

“21.684 pemegang PKMS Gold itu adalah jumlah pemegang PKMS Gold pada Juli 2015. Setelah diverifikasi Bappeda ternyata banyak yang tidak masuk. Ada yang dia sudah tidak miskin atau sudah pindah. Kita tidak berani menghilangkannya. Jadi, namanya tetap ada di kami, kita tidak berani menghapus. Angka itu kita gunakan untuk mengajukan anggaran, yang paling cepat ya 21.684 jiwa itu,” beber dia.

Ida melanjutkan, proses migrasi PKMS Gold akan terus berlangsung secara bertahap. DKK hanya sebatas menerima data hasil verifikasi dari Bappeda yang kemudian data itu akan dimasukkan ke BPJS. Jumlah datanya dinamis mengingat dimungkinkan masih ada proses pendataan warga miskin di akhir 2015.

“Prosesnya kan masih jalan. Semuanya dimix oleh Bappeda. Jumlahnya berapa kita belum tahu. Kalaupun kuotanya 21.684 kurang ya nanti diajukan di APBD Perubahan 2016,” jelas dia.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge