0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Kereta Cepat Diminta Libatkan Pekerja Lokal

proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-tak-libatkan-pekerja-lokal
ilustrasi kereta cepat ()

Timlo.net – Proyek pembangunan Kereta Cepat di wilayah Bandung Barat, Jawa Barat, diklaim tidak melibatkan tenaga kerja lokal. Pemerintah daerah setempat berharap proyek tersebut banyak menyerap tenaga kerja lokal.

“Seharusnya proyek pembangunan kereta cepat tersebut melibatkan tenaga kerja lokal,” kata Kepala Seksi Perluasan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Kabupaten Bandung Barat, Sutrisno, Jumat (22/1).

Kabupaten Bandung Barat sendiri menjadi daerah perlintasan jalur Kereta Cepat Bandung- Jakarta, bahkan terdapat sebuah stasiun di kawasan Perkebunan Walini, Kecamatan Cikalong Wetan. Namun proyek kerjasama Indonesia-China di wilayah Bandung Barat itu, kata dia, sementara belum ada permintaan dari perusahaan terkait untuk menyerap tenaga kerja lokal.

“Sampai sekarang belum ada permintaan dari Direktur PT Kereta Cepat terhadap tenaga kerja di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Menurut Sutrisno, Bandung Barat memiliki sejumlah tenaga kerja terampil seperti dari teknik sipil yang dapat dipekerjakan dalam proyek pembangunan tersebut.

Berbeda dengan pembangunan PLTA Upper Cisokan untuk memasok kebutuhan listrik Jawa dan Bali, banyak memberdayakan tenaga kerja terampil asal Bandung Barat.

“Direktur Cisokan sudah ada permintaan ke Pemda untuk merekrut tenaga kerja asal Kabupaten Bandung Barat, dan kami sudah siapkan itu,” katanya.

Dia berharap setiap pembangunan dapat melibatkan tenaga kerja lokal sebagai upaya mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sutrisno menyebutkan jumlah angkatan kerja di Bandung Barat mencapai 60 ribu orang, sementara perusahaan skala kecil hingga besar sekitar 400 unit.

“Akibat krisis ekonomi, banyak yang tidak terserap, bahkan sepanjang 2015 saja sedikitnya 300 orang karyawan dirumahkan,” katanya.

Upaya memberdayakan masyarakat agar memiliki pekerjaan, kata dia, pihaknya menggelar pelatihan kewirausahaan bagi mantan pekerja, pengangguran, bahkan purna Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Kami menggelar pelatihan seperti menjahit dan sudah banyak pesertanya,” katanya.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge