0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemilik Yayasan Tega Cabuli Siswinya

Ilustrasi pencabulan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Seorang pemilik yayasan pendidikan di Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau, Syafarudin, tega mencabuli siswi SMP di yayasan yang ia pimpin. Ironisnya, perbuatan bejat itu dia lakukan di kantor sekolah.

Kapolres Rokan Hilir, AKBP Subiantoro Sik mengatakan, perbuatan Syafarudin terhadap JW (15) terjadi pada bulan Desember 2015 lalu. Namun baru ketahuan pada pertengahan Januari 2016.

“Saat itu, korban (JW) dipanggil oleh pelaku Syafarudin untuk datang ke kantor sekolah. Kemudian pelaku meminta korban untuk membuatkan teh,” ujar Subiantoro, di Riau, Jumat (22).

Saat menyuguhi teh tersebut ke meja, Syafrudin mendekati korban, memegang leher korban, mencium kening serta pipi korban. Pelaku kemudian membuka celana korban dan membaringkannya di lantai kantor sekolah.

Dalam kondisi napsu setan yang memenuhi pikirannya, Syafarudin memaksa korban untuk berhubungan badan. Meski sempat memberontak, namun korban kalah tenaga hingga akhirnya pelaku merenggut kegadisan korban.

“Setelah menyetubuhi korban, pelaku bermaksud mencium korban namun ditolak oleh korban dan mendorongnya kemudian memakai pakaian kembali sambil berkata kepada pelaku ‘Saya mau pulang’,” ujar Subiantoro meniru ucapan korban.

Khawatir ketahuan orang lain, pelaku mengancam korban jika melaporkan aksi kotor yang dilakukannya. Karena takut, korban pun memilih bungkam setelah sampai di rumah.

Berhari-hari memendam perasaan sakit hati dan tertekan batin, akhirnya korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sang ibu NS (43) Senin (18/1). Keesokan harinya, korban ditemani ibunya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bangko.

“Atas laporan tersebut Tim Opsnal Polsek Bangko langsung merespon dan melakukan pencarian terhadap pelaku,” katanya.

Tak butuh waktu yang banyak, hari itu juga polisi berhasil menangkap pelaku di yayasan yang dia pimpin tersebut. Subiantoro menambahkan, saat ini polisi telah melakukan penahanan terhadap pelaku di Mapolsek Bangko.

“Sedangkan korban masih dalam pendampingan unit PPA, dan terhadap korban telah kita mintakan Visum Et Revertum ke rumah sakit, guna untuk penyidikan lanjut kasus ini,” jelas Subiantoro.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge