0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Sesepuh Gafatar: Kami Tak Ingin Diusir

Gafatar ©2016 gafatar.org (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Desa Sababilah, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, resah dan meminta dilindungi aparat berwajib dari kemungkinan diusir oleh warga lain.

“Kami tidak ingin diusir, makanya kita meminta perlindungan kepada pihak berwajib,” kata salah satu mantan sesepuh Gafatar, Wahyu saat sosialisasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Sababilah, Kamis (22/1).

Dikutip dari antara, Wahyu mengakui bahwa dirinya merupakan eks anggota Gafatar, namun sudah membubarkan diri dan kini mereka sudah menjadi kelompok tani yang bernama Subur Makmur dan Raya (Surya).

“Kami sekarang sudah menjadi kelompok tani Surya,” ucapnya.

Dia menyampaikan, pihaknya datang dan berdomisili di wilayah Barsel sudah melalui prosedur yang ada dengan mengantongi Kartu Tanda Penduduk (KTP) Barsel dan tujuan kedatangan mereka fokus untuk bertani hingga sukses di bidang pertanian.

“Kita berjanji untuk membaur dengan masyarakat sekitar serta mau dibimbing dan akan mencoba memberikan pendidikan umum bagi anak-anak kami asalkan ada jaminan keamanan,” tambah dia.

Sementara Kapolsek Dusun Selatan, AKP Tri Prasetyo mengatakan, hingga saat ini warga eks Gafatar itu masih belum ada menyampaikan permintaan resmi untuk meminta perlindungan.

“Meskipun demikian, kita akan terus melakukan pengawasan terhadap 12 Kepala Keluarga yang terdiri dari 44 orang eks anggota Gafatar itu dan kita siap melindungi serta menjamin keamanannya,” demikian kata Tri Prasetyo.

Kepala Kesbangpol Barsel, Liharfin mengatakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mengadakan tatap muka dengan warga eks Gafatar.

“Tatap muka tersebut untuk mengecek isu-isu serta ingin mendapatkan keterangan langsung dari 12 Kepala Keluarga atau 44 orang eks anggota Gafatar itu,” kata Liharfin.

Menurut Liharfin, eks anggota Gafatar memang sudah mengaku tidak aneh-aneh dalam beribadah dan mereka juga mendapat dana berangkat ke Barsel ini dengan menjual rumah di kampung halaman mereka.

“Dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu, menghasilkan beberapa poin penting yang disepakati seperti berjanji akan membaur dengan masyarakat sekitar dan mereka beralih menjadi kelompok tani yang bernama Surya,” tambah dia.

Dia mengatakan, mereka juga berjanji untuk mentaati seluruh ketentuan dan peraturan yang ada karena mereka tidak mau dipulangkan karena tidak punya tempat tinggal lagi di daerahnya asalnya.

“Mereka tidak mau dipulangkan ke kampungnya dan akan mematuhi seluruh peraturan yang ada dengan menandatangani surat pernyataan,” ungkap Liharfin.

Liharfin menyampaikan, dari hasil tatap muka yang telah dilaksanakan akan dilaporkan kepada Bupati Barsel untuk memutuskannya, apakah mereka diterima atau dipulangkan ke daerah asalnya.

Sementara itu salah satu tokoh adat Gerakan Mandau Telabang Indonesia, Muhammad Kornelius menyangsikan dari mana para mantan anggota Gafatar itu mendapatkan dana berangkat ke wilayah Barsel ini.

“Kita harus tetap waspada dengan segala kemungkinan yang ada,” kata dia. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge