0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gabung Gafatar, Perilaku Ketiga Korban Jadi Aneh

Ilustrasi (dok.merdeka.com)

Karanganyar — Sebelum bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tidak ada yang aneh dari ketiga orang warga Desa Papahan Kecamatan Tasikmadu. Bahkan ketiganya mempunyai usaha yang cukup mapan untuk menghidupi kelurganya.

“Setelah gabung dengan Gafatar memang ada perubahan yang signifikan dari ketiganya,” kata Suroso, Kasi Pemerinthan dan Trantib, Desa Papahan, Kamis (21/1).

Menurut Suroso, Heru kesehariannya berjualan burung kicau di dekat Pasar Papahan. Sedangkan Wahyu berjualan ayam potong yang lokasinya tak jauh berada dengan tempat Heru. Lain halnya dengan Joni yang berstatus sebagai PNS.

”Kegiatan keseharian mereka cukup baik. Paling sering menanam pohon dan sayuran di persawahan di desa setempat, seperti menanam cabai dan terong. Mereka lebih sering berkumpul di persawahan,” terangnya.

Kepulangan tiga keluarga tersebut ke kampung halaman sangat dinanti-nanti. Pihak kantor desa dan Polsek Tasikmadu tengah mencari informasi nama-nama warganya itu di daftar rombongan pemulangan eks anggota Gafatar oleh aparat. Keluarga juga siap menjemputnya dimana pun mereka berada.

Lebih lanjut Suroso mengatakan, sebenarnya pihak keluarga menentang mereka bergabung Gafatar karena perilakunya berubah mencurigakan. Keluarga Joni sempat mempercayainya keluar dari Gafatar namun pada kenyataannya pria tersebut tetap saja meninggalkan rumah tanpa pesan.

“Joni pernah membuat surat pernyataan keluar Gafatar. Karena ia diancam bakal diceraikan istrinya jika nekat di situ,” katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Bakesbangpol) Karanganyar Muh Indrayanto menuturkan, Gafatar sempat terdaftar sebagai organisasi massa (ormas) di Karanganyar. Ke tiga orang tersebut sempat menjabat sebagai pengurus.

”Heri Murtopo menjabat sebagai Sekretaris, Wahyu Widiyatmoko sebagai Bendahara Umum,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge