0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ayah Mus’ab : Anaknya Mandiri dan Tidak Bikin Pusing Ortu

Pelayat memenuhi rumah duka Mus'ab Syaifuddin, santri yang meninggal dunia tenggelam di dekat Waduk Cengklik, Boyolali (timlo.net/aditya wijaya)

Klaten — Duka menyelimuti keluarga Widodo (49) di Dusun Gamping RT 02/RW 01, Desa Tegalrejo, Kecamatan Bayat. Pasalnya salah seorang putranya, Mus’ab Syaifuddin (13), ditemukan tewas tenggelam di sungai yang bermuara di Waduk Cengklik, Boyolali, Rabu (20/1) kemarin.

“Ya namanya takdir ya mau apalagi,” kata Widodo yang juga Kepala SMK 1 Muhammadiyah 1 Wedi, Klaten ini kepada wartawan, Kamis (21/1).

Diceritakan, Mus’ab berkeinginan untuk hidup mandiri. Sehingga setelah lulus dari bangku SD dia memutuskan menimba ilmu di Pondok Pesantren (Ponpes) Putra Miftahul Huda di Dukuh Pomahan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Boyolali.

“Dia ragil (bungsu) dari tiga bersaudara. Dia ingin mandiri sehingga SMP-nya melanjutkan di Pondok (Ponpes),” ceritanya.

Dimata Widodo, putranya itu sosok yang patuh terhadap orangtua. Ia beserta istrinya, Suyatmi, terakhir bertemu Mus’ab pada Jumat, 16 Desember lalu saat libur semester III.

“Anaknya (Mus’ab) penurut, menyenangkan dan tidak bikin pusing orangtua,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Mus’ab merupakan satu dari lima santri Ponpes Miftahul Huda yang ditemukan tewas tenggelam Rabu (20/1) kemarin. Kelimanya mandi di sungai yang bermuara di Waduk Cengklik usai mengikuti kegiatan kepanduan (Pramuka). Mus’ab dikebumikan di pemakaman umum Dusun Sumberejo, Desa Dukuh, Bayat sekira pukul 13.00 WIB.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge