0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jaksa Agung Ngaku Diancam Hary Tanoesoedibjo

Jaksa Agung HM Prasetyo (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR kemarin secara tiba-tiba Jaksa Agung HM Prasetyo membuka sebuah pesan singkat bernada ancaman yang dia sebut dikirimkan oleh orang yang mengaku dari Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo.

Awalnya, sejumlah Anggota Komisi III DPR menanyakan sudah sejauh mana Kejaksaan Agung dalam menangani kasus dugaan korupsi restitusi (ganti kerugian) pajak periode 2007-2009 yang dilakukan PT Mobile 8. Hary Tanoesoedibjo merupakan pemilik dari PT Mobile 8. Bukannya menjawab, Prasetyo justru membacakan pesan singkat tersebut.

“Kita buktikan siapa yang salah dan benar. Siapa yang preman. Kekuasaan nggak akan langgeng. Catat saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Indonesia akan dibersihkan,” kata Prasetyo membacakan isi SMS itu dari ponselnya, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1).

Prasetyo mengaku tak tahu apa maksud SMS itu dan apa benar itu dari HT. Hanya saja dia curiga jika SMS ini berkaitan dengan kasus yang sedang diusut Kejagung soal Mobile-8. Memang dalam kasus ini, Kejagung berencana memanggil HT.

“Mengakunya dari Hary Tanoe. Ini ancaman bukan ya? Masalah Mobile-8,” tutur Prasetyo.

Sontak, Prasetyo langsung dicecar oleh anggota Komisi III.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menduga ada motif pribadi antara Jaksa Agung dengan Hary Tanoe.

“Jadi sebenarnya saya sudah menutup masalah ini karena hanya masalah SMS. Tadi Pak Jaksa Agung tidak jelaskan SMS itu dari siapa. Nah ini barusan disebut SMS itu dari Pak Harry Tanoesoedibjo. Jadi saya tadinya mau sampaikan bahwa kasus ini kayaknya bapak punya masalah pribadi dengan HT, saya tadi nggak mau sampaikan,” kata Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad dalam sidang.

Ketika giliran Benny K Harman dari Fraksi Demokrat untuk bertanya, politisi asal Manggarai NTT itu menganalogikan SMS dengan mimpi. Dia mengatakan, sesuatu yang tidak jelas tidak bisa menjadi sebuah dalil atau bukti.

“Saya juga punya mimpi. Masa saya sampaikan mimpi juga. Mimpi ini aneh-aneh. Tapi kalau mimpi saya sampaikan juga lucu. Masa SMS, email tidak jelas disampaikan,” cecar Benny.

“Bagaimana saudara jaksa agung memastikan itu dari HT. Itu kan aneh. Itu yang saya sampaikan kemarin, tolong hati-hati. Kalau memang belum pasti jangan diekspos. Kalau memang belum jelas tolong dibikin jelas dulu. Coba bayangkan rapat yang jelas ini diungkap hal tidak jelas,” sambung dia.

Mantan ketua Komisi III ini mengatakan, jika Prasetyo membawa sesuatu yang tidak jelas kebenarannya dan diklaim sebagai bukti, bisa saja masyarakat menilai ada agenda politik di balik itu.

“Pak Jaksa Agung juga dapat info yang tidak jelas juga. Akibat ya apa? Prasangka politik. Jangan-jangan nanti ada kepentingan politik. Pak jaksa Agung kan dari parpol juga. Kalau ada bukti jelas ya tetapkan sebagai tersangka,” ungkap dia.

Ketua Komisi III, Aziz Syamsudin, dia meminta agar bukti SMS itu diverifikasi lagi oleh jaksa muda intel (Jamintel) kejaksaan Agung.

“Sekarang kan yang jadi masalah yang kirim itu HT atau tidak? Untuk memastikan itu Jamintel bisa melacaknya untuk memastikannya, alatnya sudah ada dan jamintel punya. Kita sudah anggarkan pembelian alat itu,” tutup dia.

Sementara itu, HM Prasetyo membantah adanya motif politik di balik laporan SMS yang dikeluhkannya kepada Komisi III DPR. Dia kembali menegaskan SMS itu benar adanya dari Hary Tanoe (HT) terkait pengusutan kasus dugaan korupsi restitusi pajak di PT Mobile 8.

“Ini tak ada agenda lain atau motif politik seperti apa. Saya jelaskan kepada mereka beserta bukti-bukti makanya mereka diam tadi,” ujarnya. [ren]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge