0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ribuan Pengikut Gafatar Mempawah Akan Diangkut Kapal TNI

(merdeka.com)

Timlo.net – Ribuan pengikut Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat akan dievakuasi menggunakan tiga kapal milik TNI AL. Mereka akan dibawa kembali ke keluarga mereka di wilayah Jateng dan DIY. Ketiga kapal itu adalah Kapal Teluk Bone, Kapal Teluk Amboina dan Kapal Macan Kumbang.

“Dari pembakaran camp Gafatar di Mempawah, Kalbar. Banyak pengikut kembali ke tempat masing-masing. Khususnya di Jateng. Diperkirakan 1.500 anak, istri dan keluarga lainnya akan bawa dampak luar biasa,” tegas Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Alloysius Liliek Dharmanto, Rabu (20/1).

Diperkirakan, ribuan pengikut Gafatar yang berasal dari daerah Jateng- DIY dan sekitarnya ini pada Rabu (27/1) pekan depan akan sampai di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang.

“Kapal TNI AL merapat dari Jakarta hari Minggu kemarin, Rabu (27/1) pekan depan diperkirakan sampai di Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang. Dalam kapal terdapat mantan Gafatar yang sudah bertaubat kembali ke daerah masing-masing dibantu kembali ke tujuan asal. Termasuk anak, istri dan saudara-saudara lain,” terangnya.

Dalam upaya pengamanan, Polda Jateng akan menurunkan pasukan dari Polrestabes Semarang dibantu dengan beberapa instansi terkait seperti Lanal Semarang, Kodim, Bea Cukai dan Kesbanglinmas Pemkot Semarang.

“Kegiatan cukup besar teknis pengamanan akan dirapatkan lintas sektoral oleh Kapolrestabes dan Emkot Semarang Kamis. Polri dibantu Lanal, Kodim, Bea Cukai dan instansi terkait di sana,” ungkapnya.

Setelah kapal dan merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, ribuan pengikut Gafatar ini akan dikawal oleh petugas kepolisian menuju ke tempat asal mereka masing-masing.

“Berapa bus dipersiapkan Pemkot habis rapat. Kawal ke tujuan. Yang banyak mengarah ke Solo dan Yogya. Sempalannya ke Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri,” ungkap dia.

Soal berapa jumlah kekuatan yang akan dikerahkan oleh Polda Jawa Tengah, Liliek menyatakan masih akan menggelar rapat bersama di Kantor Pemkot Semarang Kamis (21/1).

“Untuk berapa jumlah kekuatan tunggu rapat di Pemkot Semarang,” ujarnya.

Liliek menjelaskan yang pasti, begitu tiga kapal merapat di Pelabuhan Tanjung Emas, ribuan pengikut Gafatar yang telah insaf ini akan dibagi sesuai dengan daerah mereka masing-masing.

Paska pemulangan, Liliek menjelaskan wewenang untuk menyadarkan mereka baik melalui metode karantina maupun lainnya adalah kewenangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Itu soal kepentingan dari Mendagri. Domain kita domain pengawalan. Sampai tujuan melakukan pengamanan dan pemantauan. Saya kira mereka kepingin cepat kembali. Kita tunggu besok bagaimana besok,” jelas dia.

Liliek berharap, selama proses pemulangan akan berjalan dengan lancar tanpa ada kesulitan dan halangan apapun.

[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge