0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Korupsi, Kades Jeruk Terancam Dinonaktifkan

dok.timlo.net/red
ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Boyolali — Ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi, Kades Jeruk, Selo, Boyolali, Juminem, terancam dinonaktifkan dari jabatannya. Hal ini sesuai dengan PP No 47 tahun 2015, yang mengatur Kades bisa dihentikan bila dijadikan tersangka karena tindak korupsi.

“Statusnya sudah tersangka, tapi untuk nonaktif dari jabatannya kita masih melakukan kajian,” kata Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Boyolali, Arief Wardianta, Rabu (20/1).

Saat ini, pihaknya sedang melakukan kajian, menyusul sudah adanya surat keterangan dari Polres Boyolali terkait status Juminem, sebagai tersangka kasus korupsi penyalahgunaan dana perguliran program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Desa Jeruk 2011-2013. Kajian yang dilakukan ,salah satu poinnya, Juminem, melakukan penyalahgunaan dana PNPM, sebelum menjabat Kades.

“Kita harus berhati-hati dalam memutuskan, jangan sampai terjadi seperti kasus Kades Guwokajen,” tambahnya.

Dijelaskan, untuk kasus Kades Guwokajen, Budi Raharjo, setelah diberhentikan dari jabatannya karena terlibat kasus penggelapan, kemudian mengajukan gugatan kepada bupati ke PTUN. Sementara untuk kasus yang membelit Kades Jeruk, Juminem, yang bersangkutan diduga menggelapkan dana PNPM Desa Jeruk 2011-2013 sebesar Rp 40 juta. Dana tersebut mestinya disalurkan ke anggota kelompok, namun oleh Juminem digunakan untuk kepentingan pribadi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge