0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gantung Diri, Pengamen Tinggalkan Surat Wasiat

dok.timlo.net/red
(Ilustrasi) Korban gantung diri sedang dievakuasi (dok.timlo.net/red)

Klaten — Aksi nekad mengakhiri hidup dengan cara gantung diri kembali terjadi di Klaten. Kali ini dilakukan Prahoro Edy (28), warga Kampung Mojorejo, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klaten Tengah.

“Kejadiannya semalam (Selasa, 19/1) sekira pukul 19.00 WIB,” kata Kapolsek Kota (Kapolsekta) Klaten AKP Warsono, Rabu (20/1).

Berdasarkan keterangan saksi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban yang sehari-hari mencari rezeki sebagai pengamen itu ditemukan meninggal dunia di kamarnya. Ia mengantung diri di blandar dengan menggunakan tali plastik berwarna kuning.

“Kondisi korban saat ditemukan lidah menjulur, tali simpul hidup. Pintu kamar dikunci dalam sehingga saksi harus mendobraknya,” jelas AKP Warsono.

Korban diduga depresi karena ditinggal ibunya yang belum genap meninggal selama 40 hari dan adanya permasalahan dalam keluarga. Selain itu, ditemukan surat berupa tulisan tangan  korban yang menyiratkan bakal pergi jauh.

Adapun pesan terakhir itu isinya, “aku pamit, aku sayang kalian semua, buat yang jahat padaku aku yang kalian inginkan, saya minta maaf, Shollu alan nabi Muhammad.”

“Setelah dilakukan olah TKP dan pemeriksaan dari Puskesmas tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayan,” ujar Kapolsekta Klaten.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge