0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wow! Putu Suartawan Mampu Lahap 3 Kg Cabai

dok.merdeka.com
Putu Suartawan, manusia cabai dari Bali (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Bagi sebagian orang, cabai merupakan makanan yang menakutkan. Sebab, rasanya yang pedas mampu membuat orang menangis bahkan sakit perut. Meski diolah dengan bervariasi, akan tetapi bagi orang yang tidak menyukai rasa pedas pasti akan menghindari makanan tersebut.

Berbeda hal nya dengan pecinta cabai atau makanan pedas. Mereka tidak akan melewatkan makan tanpa si merah yang menggigit itu. Bahkan, para penggemar pedas pun tidak takut sakit perut akibat sering makan cabai.

Seperti yang dialami Putu Suartawan (40). Warga Banjar Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali, itu seorang penikmat cabai. Malah, di desanya dia dijuluki sebagai manusia cabai.

Percaya atau tidak, Suartawan mampu melahap 3 kg cabai tanpa merasakan kepedasan. Tidak hanya itu, dirinya juga sudah biasa membasuh wajahnya dengan cabai yang sudah dihaluskan.

“Banyak yang teriak ngeri lihat saya luluran dengan cabai di muka dan mengenai mata. Saya tidak rasakan perih atau pedas apapun,” ungkapnya.

Uniknya lagi, dia mampu melahap 30 biji cabai rawit di rumahnya sendiri dalam kurun waktu kurang dari 30 detik. Suartawan menyantap cabai tanpa makanan tambahan lain dan tanpa air minum.

Tidak ada sama sekali rasa pedas yang dirasakannya. Kebiasaannya memakan cabai dalam jumlah banyak telah dilakukannya sejak usia 6 tahun. Saat itu dirinya mengikuti ibunya pergi ke ladang dan menemukan tanaman cabai.

“Dulu sering ikut ibu saya ke ladang, sampai di ladang ada tanaman cabai langsung saya makan cabainya dan itu tidak pedas, biasa saja. Saya ambil lagi tidak pedas juga. Terus saya dan di rumah makan cabai tapi tidak pedas, sampai pakai lulur ke tubuh saya, dan tidak terasa apa-apa, sampai diperas diteteskan di mata saya enggak apa-apa,” kata Suartawan, usai mempraktikkan makan cabai dan melumurkan cabai ke wajahnya, di Singaraja, Bali, Minggu (17/1).

Dia mengaku paling menyukai cabai yang berwarna merah. Sebab menurutnya cabai merah rasanya manis. Sedangkan cabai hijau rasanya hambar. Ayah 4 anak ini mengaku mampu menghabiskan cabai sampai perutnya tidak lagi muat.

“Saya makan sampai perut saya kenyang bisa. Kalau makan satu kilo bisa kenyang sudah perut saya. Paling banyak 3 kilo pernah,” tuturnya.

Anehnya, Suartawan tidak pernah mengalami masalah pada perutnya. Dia mengaku sudah berulang kali memeriksakan dirinya ke dokter. Bahkan dalam setiap undangan show, selalu didatangkan dokter spesialis.

“Setiap ada pertunjukan saya selalu diperiksa sebelum dan sesudahnya. Tetapi tidak pernah ada masalah,” ungkap Suartawan, Senin (18/1) malam di rumahnya di Singaraja Buleleng.

Dirinya juga sering diundang untuk menampilkan atraksi memakan cabai di sebuah event. Dirinya sempat memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai atraksi, dan dikatakan jika dirinya tidak memiliki kelainan.

“Saya pernah atraksi di Renon sama pak Gubernur dan Jero Wacik, diminta chek-up dulu ke rumah sakit, dan hasilnya tidak ada apa-apa,” katanya.

Di balik kehebatannya ini, pria yang berprofesi sebagai satpam ini mengaku hanya beratraksi sebatas di seputaran wilayah Bali saja. Dia sangat penasaran untuk bisa beradu memakan cabai dengan orang yang selama ini dinyatakan paling hebat dalam memakan cabai.

“Saya siap ditantang untuk adu makan cabai. Kalau ada yang mengaku hebat makan cabai, mari coba dengan saya. Saya sangat ingin ke luar negeri menantang makan cabai,” katanya.

Suartawan hanya heran dengan keahlian yang dimilikinya saat ini, justru tidak dimiliki oleh anak-anaknya. Bahkan katanya, ke empat anaknya yang masih kecil-kecil tidak ada yang doyan cabai.

“Anak saya tidak ada suka pedas. Tidak tau nanti kalau besar, ada empat anak saya,” bebernya. [cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge