0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lega, TV Rakitan Kusrin Akhirnya Ber-SNI

Kusrin saat bertemu Bupati Karanganyar Juliyatmono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Muhammad Kusrin (42) bisa bernapas lega setelah ijin SNI televisi yang diproduksinya turun. Hal itu dikuatkan dengan pesan singkat yang diterima wartawan dari Bupati Karanganyar Juliyatmono. “Menteri Perindustrian menyerahkan SNI Kusrin melalui Bupati Karanganyar disaksikan Dirjen IKM (Industri Kecil dan Menengah) dan Kepala Baristand, 19 Januari 2016 di kementerian Jakarta.”

Bupati Karanganyar juga mengirimkan foto bukti bahwa Kusrin benar-benar sudah menerima SNI. Dalam foto tersebut terlihat Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Saleh Husin, menyerahkan dokumen SNI milik perakit televisi dari Dukuh Wonosari, RT 002/RW 003, Desa Jatikuwung, Gondangrejo tersebut.

Sementara itu, Siti Aminah (43) mengaku terharu mendengar isi pesan singkat Bupati Karanganyar tersebut. Mata Siti mendadak berair, dia begitu larut dalam kegembiraan.

“Saya mau manggil orang-orang yang lama tetapi sudah keluar untuk gabung. Kalau SNI sudah keluar,” ujar dia.

Siti mengaku deg-degan sekaligus senang kali pertama mendengar suaminya dipanggil ke Jakarta. Kusrin menerima telepon dari Kementerian Perindustrian dan Kepala Baristand. Bapak dua anak itu diminta berangkat ke Jakarta, Senin (18/1). Kusrin berangkat ke Bandara Adi Soemarmo di Boyolali setelah azan Subuh.

“Tadi (Selasa) bapak SMS, saya disuruh lihat televisi. Ada berita soal dia. Saya masih deg-degan setelah berurusan dengan yang berwajib,” tuturnya.

Dia mengingat kejadian saat sejumlah anggota Polda Jawa Tengah menggerebek rumah sekaligus tempat perakitan televisi. Siti masih takut kejadian serupa akan terjadi lagi.

“Masih trauma. Kami harus memberikan pengertian kepada anak-anak kalau bapaknya enggak melakukan kejahatan,” kata Siti Aminah.

Menurut Siti, setelah SNI sudah turun pihaknya jadi lebih semangat produksi. Nanti nomor SNI itu disebar ke bakul supaya percaya dan kulak lagi. Siti mengaku kasus hukum yang menjerat suaminya membuat usaha yang dirintis nyaris gulung sejak 2010 itu nyaris gulung tikar.

“Bakul besar dari Purwokerto, Yogya, Surabaya, Pati dan Purwodadi membatalkan dan mengembalikan televisi yang sudah dibeli,” kata istri Kusrin.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge