0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Volume Sampah Wonogiri Terus Meningkat, Sarpras Tak Memadai

Tempat Pembuangan Sampah di Lingkungan Salak, Wonogiri Kota (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Lima Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Wonogiri kondisinya memprihatinkan. Padahal volume sampah setiap hari mengalami peningkatan. Sedangkan sarana dan prasana penunjang tidak mendukung. Bahkan, jumlah tenaga kerja juga tidak memadai.

“Lima TPA tersebut yakni, TPA Ngadirojo seluas 5,2 hektar, Baturetno 0,75 hektar, Pracimantoro 0,50 hektar, Slogohimo 0,50 hektar dan Purwantoro 0,50 hektar. Dari lima lokasi itu, seluruhnya hampir penuh,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Toto Prasojo, Selasa (19/1).

Saat ini, pihaknya memiliki 11 unit truk dump, dan satu alat berat. Tujuh unit truk dalam kondisi baik, dua unit rusak, dua unit kondisi sedang tapi umurnya sudah tua. Kemudian sebuah amrol kontainer, lima buah pick up dalam kondisi bagus. Motor sampah roda tiga sebanyak lima buah dalam kondisi rusak. Sebuah buldoser buatan tahun 1976 dalam kondisi rusak. Dengan peralatan itu, volume sampah yang ada di Wonogiri tidak bisa diangkut semua.

“Pada tahun 2014, Pemkab baru bisa mengelola 79 persen dari total sampah yang dibuang masyarakat. Volume sampah per hari di 25 kecamatan di Wonogiri mencapai 413 meter kubik, tetapi yang terangkut atau dikelola sebanyak 334 meter kubik. Volume sampah paling banyak yakni di Wonogiri Kota yang mencapai 148 meter kubik per hari,” terangnya.

Sementara, untuk tenaga kebersihan Pemkab Wonogiri hanya memiliki 174 orang yang tersebar di 25 kecamatan. Sedangkan volume sampah di Wonogiri Kota dalam satu tahun sebanyak delapan ton untuk yang ditimbun, sedangkan 17 ton sampah tidak terkelola.

Dari sampah-sampah itu, sampah plastik mencapai 19 persen dari total sampah. Kemudian, sisa makanan 16 persen, kayu ranting 210 persen, kertas 17 persen, plastik 19 persen, logam lima persen, kain dan tekstil lima persen, karet dan kulit 5 persen, kaca 5 persen, dan lain-lain 19 persen.

Kemudian, jumlah timbunan sampah menurut sumbernya tertinggi memang sampah rumah tangga sebesar 7.560 ton pertahun di Wonogiri Kota saja. Lalu, kantor 756 ton, pasar 3024 ton, pusat perniagaan 756 ton, fasilitas publik 1.512 ton, kawasan lainnya 604 ton.

“Untuk yang diolah menjadi kompos sebanyak satu ton, daur ulang 360 ton, dikelola bank sampah 907 ton,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge