0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dibantu Warga, Akhirnya Pak Tunggal Punya Rumah

dok.timlo.net/aditya wijaya
Sejumlah warga Kemudo, Prambanan, Klaten bergotong royong mendirikan rumah warga yang tidak memiliki tempat tinggal. (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Sejumlah warga Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Klaten bergotong royong membangun rumah milik Tunggal Sudibyo (50). Pasalnya pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan itu kini tidak memiliki tempat tinggal.

“Sebelumnya Tunggal ngindung (numpang) di rumah salah seorang warga. Karena kontraknya sudah habis dan rumah itu laku dijual, terpaksa dia harus pindah,” kata mantan Ketua RW 05 Dukuh Dompyong, Desa Kemudo, Untung, Selasa (19/1).

Mengetahui ada warga yang kesusahan, kata dia, lantas warga berinisiatif untuk mendirikan rumah baru. Gayung bersambut, ada seorang warga di dukuh sebelah (Beji) yang menyediakan lahannya untuk ditempati. Sebab Tunggal hanya memiliki waktu hingga akhir Januari untuk angkat koper.

“Tunggal hidup bersama istri dan tiga orang anaknya. Sebelumnya mereka berdomisili di Lampung. Kebon kosong ini (rumah yang sedang dibangun) milik Pak Warnoyo (75) untuk ditempati Tunggal. Boleh dibangun asal semi permanen,” kata Untung.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa (Kades) Kemudo, Hermawan Kristanto. Warga bahu membahu bergotong royong karena didasari kepedulian. Bahkan Tanggul tidak mengeluarkan sepeser uang dari kantongnya untuk mendirikan rumah barunya itu.

“Ini murni semangat gotong royong dari warga. Karena tradisi gotong royong warga sini masih terjaga kuat. Nanti untuk atapnya sudah ada bantuan asbes dari sisa proyek pabrik IGP di Kemudo. Mudah-mudahan rumah ini layak huni. Karena sekarang kan lagi musim hujan, kasihan kalau tidak memiliki tempat berteduh,” ujar Hermawan.

Dari pantauan, rumah seluas kurang lebih 8 x 5 meter itu masih berbentuk kerangka. Bahan dasarnya dari bambu. Di sebelah selatannya terdapat beberapa ekor sapi yang ditambatkan di pohon. Sedangkan beberapa warga yang bergotong royong terlihat sibuk bertukang hingga mengangkat pasir.

“Alhamdulillah warga di sini peduli. Saya masih diberi kesempatan untuk tinggal di Kemudo. Semoga kebaikan dapat dibalas Gusti Allah,” ucap Tanggul seraya menyiapkan teh dan kopi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge